Jumat, 15 Mei 2026

Mustika Ratu: Indonesia Berpotensi Jadi Eksportir Utama Obat Herbal Dunia

Penulis : Ghafur Fadillah
15 Jul 2021 | 14:38 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi rangkaian perawatan kulit Mustika Ratu Zaitun Series. ( Foto: Istimewa )
Ilustrasi rangkaian perawatan kulit Mustika Ratu Zaitun Series. ( Foto: Istimewa )

JAKARTA, investor.id - PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) menyatakan, saat ini momentum yang tepat untuk para produsen obat herbal untuk meningkatkan pangsa pasar, baik dalam negeri maupun ekspor. Karena itu, pemerintah diharapkan mendukung momentum ini melalui regulasi hingga insentif pajak.

Presiden Direktur Mustika Ratu Bingar Egidius Situmorang menjelaskan, pandemi menjadi saat yang tepat untuk para produsen memperluas pasar industri jamu modern. Dengan itu, diharapkan Indonesia dapat menjadi produsen utama dan eksportir bahan baku obat di dunia.

"Mustika Ratu mengincar untuk masuk dalam pengadaan obat dalam negeri. Akan tetapi rencana ini terhalang oleh dana investasi yang sangat besar. Produsen herbal membutuhkan beberapa solusi yang bisa diberikan pemerintah untuk mendongkrak perluasan pasar," ujar Bingar dalam Investor Daily Summit 2021, Kamis (15/7). 

Dia mengatakan, ada beberapa solusi yang bisa diterapkan. Pertama, kemudahan regulasi dan insentif pajak dalam penggunaan komponen bahan baku herbal lokal. Ini dapat memudahkan perseroan dalam melakukan produksi dan juga meminimalkan impor bahan baku.

ADVERTISEMENT

“Kemudian, biodiversity yang dimiliki Indonesia dapat dimanfaatkan pemerintah untuk bekerja sama dengan investor asing untuk memproduksi obat di dalam negeri. Investor asing bisa kerja sama dengan perusahaan obat-obatan herbal dalam negeri seperti Mustika Ratu,” jelas Bingar.

Kemudian, dukungan pemerintah dalam saintifikasi jamu modern dengan memberikan dana hibah pada produk yang lolos seleksi, untuk keperluan penelitian produksi dan juga praklinis dan uji klinis. Pasalnya, ekosistem jamu modern melibatkan berbagai banyak pihak dari mulai petani, hingga UMKM.

Pengembangan yang dilakukan oleh Mustika Ratu juga termasuk dalam pengobatan beberapa penyakit utama di Indonesia seperti jantung, hipertensi dan diabetes, agar jamu modern dapat masuk dalam tata laksana nasional. "Mustika Ratu juga akan bekerja sama dengan para pelaku usaha telemedicine untuk dapat menyertakan jamu modern dan pijat terapeutik sebagai pilihan," ungkap Bingar. 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 41 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia