MNC Bank Patok Harga RI Rp 318 per Saham, Raup Dana Rp 4,5 Triliun
JAKARTA, Investor.id - PT Bank MNC Internasional Tbk (MNC Bank/BABP), anak usaha PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP), telah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melaksanakan penawaran umum terbatas (PUT) saham dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue (RI). Perseroan akan melepas 14,2 miliar (33,3%) saham seri B dengan harga pelaksaaan Rp 318 per saham, sehingga total dana yang dihimpun Rp 4,5 triliun.
Setiap dua saham lama akan mendapatkan satu HMETD. Merujuk harga saat ini, price-to-book value (PBV) saham BABP pasca-HMETD sekitar 2,79 kali, dibandingkan penutupan perdagangan Rabu (1/9/2021) 7,41 kali. Valuasi ini cukup murah dibandingkan dengan bank digital lainnya di Indonesia, sehingga memberikan investor kesempatan untuk merasakan pertumbuhan bisnis MNC Bank ke depan.
Dana hasil RI akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan MNC Bank, memperluas kapasitas pinjaman secara digital dan akuisisi pengguna untuk mendukung pertumbuhan bisnis, mendukung pengembangan aplikasi MotionBanking, termasuk kemampuan penilaian kredit berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan integrasi MotionPay, MotionWallet, MotionVisa, MotionMastercard, MotionInsure, MotionTrade, MotionCredit, dan solusi teknologi finansial lainnya dalam ekosistem perbankan Motion.
Sejak memperoleh lisensi digital onboarding awal Mei 2021, MotionBanking, aplikasi perbankan digital MNC Bank, mulai meningkatkan bisnis melalui inovasi produk dan inisiatif pengembangan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kebutuhan layanan perbankan digital, didukung oleh potensi pasar dari ekosistem MNC Group dan melalui kemitraan strategis dengan pemain ekosistem lain.
“Dalam waktu dekat, dengan Open API, kami berencana mengintegrasikan semua kemampuan digital Motion Technology, termasuk aplikasi perdagangan saham, manajemen kekayaan, asuransi, pinjaman peer to peer (P2P), dan solusi lain yang sedang dikembangkan kedalam MotionBanking, untuk menjadikannya aplikasi solusi keuangan digital satu atap,” kata Teddy Tee, COO MotionBanking, Kamis (2/9).
Dia menuturkan, perseroan menargetkan warga negara Indonesia yang unbanked dan underbanked di dalam dan luar negeri. Saat ini, MotionBanking memanfaatkan ekonomi digital yang memungkinkan nasabah baru membuka rekening tanpa mengunjungi kantor cabang. Selain itu, versi awal aplikasi ini memungkinkan setoran digital dan manajemen transaksi, di samping roadmap fitur yang terus diluncurkan seperti pembayaran otomatis, kartu kredit virtual, serta serangkaian solusi pinjaman digital baru seperti buy now pay later (BNPL).
Selain itu, dia menerangkan, platform ini dibangun dengan arsitektur Open API, yang memungkinkan integrasi cepat dan mulus dengan mitra strategis yang fokus pada digital lainnya, seperti pemain e-commerce, operator seluler, dan e-game. Aplikasi ini juga mampu berkolaborasi dengan ekosistem pihak ketiga. Melalui kolaborasi dan kemitraan strategis ini, MotionBanking menargetkan sekitar 30 juta akun pengguna perbankan digital dalam lima tahun.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

