Jumat, 15 Mei 2026

Penambahan Jumlah Investor Saham Cetak Rekor!

Penulis : Gita Rossiana
3 Sep 2021 | 06:15 WIB
BAGIKAN
Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, jumlah investor saham sejak awal 2021 hingga 31 Agustus 2021 bertambah sebanyak satu juta single investor identification (SID). Jumlah tersebut merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi menjelaskan, jumlah investor baru saham meningkat pesat hanya dalam waktu delapan bulan, yakni mencapai satu juta SID. Jumlah ini meningkat hampir dua kali lipat dari pencapaian pada tahun 2020 yang mencapai 590,65 ribu SID.

“Optimalisasi digital yang dimulai sejak 2019 serta dimaksimalkan tahun 2020 yang kemudian dilanjutkan dengan sinergi serta kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan pasar modal, telah menjadi kekuatan pengembangan investor pada 2021 dan menjadi alasan utama bagi pesatnya peningkatan jumlah investor baru pada tahun ini,” kata Inarno dalam keterangan tertulis, Kamis (2/9).

Pencapaian itu diraih beriringan dengan terciptanya rekor baru untuk penambahan SID pasar modal. Jumlah investor baru pasar modal sejak awal 2021 hingga 31 Agustus 2021 mencapai 2,21 juta investor atau meningkat hampir dua kali lipat dari pencapaian tahun lalu. Pencapaian ini menjadikan total investor pasar modal meningkat menjadi 6,1 juta investor.

ADVERTISEMENT

Menurut Inarno, self regulatory organization (SRO) yang terdiri atas BEI, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengakselerasi transformasi digital pada tahun 2019 dan 2020. Hal ini berdampak positif bagi terciptanya tonggak baru pencapaian pasar modal Indonesia tersebut.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen mengatakan, BEI bersama seluruh pemangku kepentingan di pasar modal Indonesia memang harus mengembangkan pasar modal melalui inovasi yang visioner dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, seiring dengan situasi pandemi Covid-19 di Indonesia.

Pengembangan tersebut diimplementasikan pada berbagai fitur dan layanan ‘mesin perdagangan’ BEI, media interface investor, yaitu aplikasi online trading milik anggota bursa, serta edukasi secara masif melalui media sosial, social media influencer, komunitas, dan kelas-kelas Sekolah Pasar Modal (SPM) yang dilaksanakan secara daring.

“Terbukti bahwa stabilitas dan kekuatan pasar modal Indonesia hanya bisa terwujud jika investor domestik, terutama ritel, bangkit menjadi tuan rumah di negeri sendiri yang terefleksi dari berbagai data pencapaian di pasar modal Indonesia” ujar Hoesen.

Edukasi

Di sisi lain, Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengatakan, berkat kegiatan edukasi masif yang dilakukan oleh BEI bersama seluruh stakeholders pasar modal Indonesia, berbagai pencapaian signifikan telah diperoleh. Beberapa rekor yang tercapai sepanjang tahun lalu di antaranya adalah peningkatan jumlah SID saham maupun SID pasar modal, peningkatan jumlah investor yang aktif bertransaksi, peningkatan aktivitas investor domestik ritel dari sisi frekuensi dan nilai transaksi, bahkan kepemilikan saham tahun ini yang didominasi oleh investor domestik.

Peningkatan jumlah investor baru juga diikuti dengan meningkatnya aktivitas investor. Seluruh indikator per Agustus 2021 menunjukkan bahwa aktivitas investor meningkat, yang di antaranya adalah rata-rata investor aktif per hari mencatatkan peningkatan dua kali lipat menjadi 198.858 dari 94.704 SID, dan rata-rata investor aktif per bulan turut meningkat 2,2 kali lipat menjadi menjadi 641.442 dari 293.886 SID.

Dengan penetrasi digital, distribusi investor juga menjadi semakin merata dan berangsur tidak terpusat lagi di Pulau Jawa. Data Juli 2021 menunjukkan konsentrasi investor di Pulau Jawa berkurang menjadi 69% dari tiga tahun sebelumnya yang mencapai 74%. Komposisi investor juga semakin bergerak ke usia muda, karena sekitar 80% investor di pasar modal merupakan milenial dan Gen Z.

Menurut Hasan, berbagai pencapaian tersebut bukan suatu kebetulan. Berbagai langkah berkesinambungan yang dirintis sejak beberapa tahun lalu secara konsisten telah berkontribusi besar pada hasil setiap tahunnya hingga saat ini. Salah satunya adalah semakin masifnya kegiatan edukasi yang merupakan kolaborasi antara SRO dan OJK dengan pemangku kepentingan edukasi pasar modal di seluruh Indonesia setiap tahunnya.

“Adaptasi ke format edukasi digital juga dilakukan dengan cepat sebagai respon atas kondisi pandemi sekaligus sebagai upaya perlindungan investor,” ujar Hasan.

Tahun lalu, BEI telah melakukan sebanyak 8.997 kegiatan edukasi. Sepanjang tahun ini, per Juli 2021, telah dilaksanakan 3.991 kegiatan literasi, inklusi, aktivasi, dan pendalaman pasar modal yang dilakukan dalam kelas tatap muka serta kelas daring dengan total 600.622 peserta. Selain itu, per Agustus 2021 sebanyak 22 Perusahaan Efek Anggota Bursa telah menerapkan program simplifikasi pembukaan rekening efek.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia