Tumbuh 35%, LabaSido Muncul Tembus Rp 865 Miliar
JAKARTA, investor.id – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 865,49 miliar hingga kuartal III-2021, tumbuh 35% dibandingkan Rp 640,81 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.
Direktur Sido Muncul, Leonard mengungkapkan, perseroan melanjutkan pertumbuhan keuangan yang kuat hingga kuartal III-2021. Per 30 September 2021, Sido Muncul mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 23% menjadi Rp 2,77 triliun dibanding Rp 2,26 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan dari sisi penjualan, menurut dia, mengerek laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 865,49 miliar. “Angka itu naik 35% dibandingkan Rp 640,81 miliar pada periode sama tahun sebelumnya,” kata Leonard dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (18/10).
Dia menjelaskan, meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan turut mendorong permintaan terhadap produk suplemen daya tahan tubuh dan vitamin. “Kami mengoptimalkan permintaan pasar tersebut melalui produk-produk herbal suplemen, multivitamin, dan minuman Vitamin C Sido Muncul,” tutur dia.
Leonard menambahkan, pada kuartal ke-III saja, Sido Muncul mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 41% dengan pertumbuhan laba bersih 60% dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu.
Dia yakin permintaan terhadap produk-produk kesehatan konsumen terus bertumbuh seiring meningkatnya kesadaran masyarakat. “Kami melihat outlook produk jamu, vitamin, dan suplemen akan terus melanjutkan pertumbuhan yang didorong permintaan konsumen. Mengonsumsi suplemen kesehatan untuk menjaga daya tahan tubuh sudah menjadi kebiasaan baru, karena masyarakat lebih sadar tentang pentingnya menjaga kesehatan dan imunitas tubuh,” papar dia.
Mengutip laporan keuangan per 30 September 2021, penjualan berbagai segmen Sido Muncul kompak mengalami pertumbuhan. Peningkatan paling signifikan dibukukan segmen makanan dan minuman hingga 24,5% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 899,30 miliar. Sementara itu, penjualan jamu herbal dan suplemen naik 22,2% (yoy) menjadi Rp 1,76 triliun, disusul segmen farmasi yang tumbuh 17,4% menjadi Rp 109,04 miliar (yoy).
Di sisi lain, Sido Muncul telah merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar 30% hingga semester I-2021. Perseroan menyiapkan belanja modal Rp 200 miliar pada 2021 untuk mengakomodasi inovasi produk, salah satunya pengadaan mesin kapsul dan softgel agar lebih mudah dikonsumsi.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

