Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kiri ke kanan : Syafruddin (Direktur KSEI), Uriep Budhi Prasetyo (Direktur Utama), Dian Fithri Fadila (Komisaris KSEI), dan Supranoto Prajogo (Direktur KSEI) usai RUPS KSEI 2021 di Jakarta, Kamis (28/10/2021).

Kiri ke kanan : Syafruddin (Direktur KSEI), Uriep Budhi Prasetyo (Direktur Utama), Dian Fithri Fadila (Komisaris KSEI), dan Supranoto Prajogo (Direktur KSEI) usai RUPS KSEI 2021 di Jakarta, Kamis (28/10/2021).

Canangkan 10 Program Strategis 2022, KSEI Siapkan Investasi Rp 13 Miliar

Kamis, 28 Okt 2021 | 18:04 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencanangkan 10 program strategis yang termasuk dalam 24 program kerja dengan anggaran investasi sebesar Rp13 miliar dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan 2022.

Alokasi anggaran KSEI akan digunakan untuk mengembangkan infrastruktur CDS (central depository system), yang terdiri dari pengembangan lebih lanjut dari C-BEST Next G, S-INVEST, S-MULTIVEST (sistem Tapera) dan EASY.KSEI.

Penjelasan tersebut disampaikan Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo pada rapat umum pemegang saham (RUPS) luar biasa KSEI yang berlangsung hari ini, Kamis (28/10/2021).

Salah satu program strategis KSEI adalah rencana pengembangan alternatif penyimpanan dana nasabah pada sub rekening efek (SRE) untuk instrumen efek bersifat ekuitas dan efek bersifat utang dan investor fund unit account (IFUA) untuk instrumen reksa dana. Program ini merupakan program lanjutan dari tahun 2020 yang bertujuan untuk memberikan alternatif tempat penyimpanan dana dalam rangka penyelesaian transaksi di pasar modal and kegiatan investasi/divestasi reksa dana.

Advertisement

Terkait dengan program strategis ini, KSEI juga telah menjadi salah satu calon peserta BI-FAST, yang merupakan infrastruktur sistem pembayaran ritel nasional yang lebih efisien yang dikembangkan oleh Bank Indonesia.

Melanjutkan implementasi EASY.KSEI dalam memfasilitasi pemberian kuasa dan suara pemegang saham secara elektronik dalam RUPS, KSEI berencana untuk melakukan pengembangan lebih lanjut agar dapat juga digunakan untuk rapat umum pemegang efek bersifat utang dan unit penyertaan.

Sampai dengan akhir September 2021, EASY.KSEI telah digunakan oleh 727 emiten dari 750 emiten saham yang ada di pasar modal. 727 Emiten tersebut telah mengadakan sebanyak 2.166 RUPS yang dihadiri 20.200 investor, dimana 71% investor memberikan kuasa kehadiran melalui EASY.KSEI.

Pada kesempatan yang sama, Uriep menjelaskan bahwa KSEI telah mencatatkan jumlah single investor identification (SID) yang mencapai 10,47 juta per 19 Oktober 2021. Jumlah tersebut terdiri dari 6,65 juta SID investor pasar modal dan 4,01 SID peserta tabungan perumahan rakyat (Tapera).

Jumlah investor pasar modal Indonesia tumbuh 71,42% dari tahun sebelumnya yang berjumlah 3,88 juta berdasarkan data akhir tahun 2020 (ytd). Uriep menyampaikan, total jumlah investor pasar modal terdiri dari investor saham sebanyak 3,04 juta, investor reksa dana sebanyak 6 juta, dan investor surat berharga negara (SBN) sebanyak 583 ribu. “Pertumbuhan paling tinggi dicatatkan oleh investor reksa dana yang meningkat sebesar 89,08% year-to-date,” urai Uriep.

Dari sisi demografi, data KSEI per 19 Oktober 2021 menunjukan bahwa investor pasar modal Indonesia masih didominasi oleh usia di bawah 30 tahun dan 30—40 tahun dengan jumlah 81,02%. Hal tersebut sejalan dengan tingkat pendidikan para investor yang didominasi oleh lulusan SMU dengan jumlah 56,54%.

Kepemilikan aset investor muda cenderung meningkat dibandingkan akhir Desember 2020. Hal ini memperlihatkan antusiasme investor dalam berinvestasi yang tidak surut di kala pandemi. Dari sisi pekerjaan, 29,61% investor dengan pekerjaan sebagai pegawai, disusul dengan pelajar sebesar 27,21%.

Nilai aset yang tercatat di salah satu sistem utama KSEI yaitu sistem C-BEST untuk produk investasi efek hingga 19 Oktober 2021 mengalami peningkatan 23,41% dari Rp4.390,44 triliun menjadi Rp5.418,05 triliun, atau 66,35% dari kapitalisasi pasar. Nilai aset yang tercatat di sistem utama KSEI lainnya yaitu S-INVEST untuk produk investasi reksa dana hingga 19 Oktober 2021 mengalami penurunan 2,05% dari Rp807,72 triliun menjadi Rp799,26 triliun. Sedangkan jumlah reksa dana tercatat mengalami penurunan dari 2.544 reksa dana menjadi 2.385 reksa dana.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com