Jumat, 15 Mei 2026

United Tractors (UNTR) Raih Pinjaman Afiliasi Rp 4 Triliun

Penulis : Muawwan Daelami
21 Des 2021 | 20:00 WIB
BAGIKAN
Salah satu proyek United Tractors. Foto: ISTIMEWA
Salah satu proyek United Tractors. Foto: ISTIMEWA

JAKARTA, investor.id - PT United Tractors Tbk (UNTR) meraih pinjaman dari anak usahanya, PT Pamapersada Nusantara (PAMA) sebesar Rp 4 triliun. Dana yang diperoleh dari transaksi afiliasi akan perseroan gunakan sebagai modal kerja.

"Pada 16 Desember 2021 lalu, perseroan dan PAMA telah menandatangani Perjanjian Pinjaman (transaksi)," kata Corporate Secretary Sara K. Loebis dalam keterbukaan informasi dikutip, Selasa (21/12).

Sara menuturkan, berdasarkan transaksi tersebut, PAMA memberikan pinjaman kepada anak usaha perseroan yakni PT Bina Pertiwi Energi (BPE) sebesar Rp 4 triliun yang bakal digunakan perseroan sebagai modal kerja.

Adapun bunga pinjaman tersebut sebesar JIBOR+3,2% per saham dengan periode ketersediaan dana satu tahun terhitung sejak tanggal perjanjian. UNTR dan PAMA memiliki hubungan afiliasi yang terlihat dari kepemilikan perseroan atas mayoritas saham PAMA sebesar 99,95%. Sedangkan 0,05% saham sisanya dipegang PT United Tractors Pandu Engineering. 

Selain porsi kepemilikan saham, hubungan afiliasi keduanya juga tercermin dari kesamaan manajemen antara perseroan dan PAMA pada saat transaksi berlangsung. Dalam hal ini, Djony Bunarto Tjondro yang menjadi presiden komisaris di UNTR juga menjabat sebagai komisaris di PAMA.

Sara menjelaskan bahwa secara bisnis, transaksi afiliasi tersebut akan lebih menguntungkan bagi perseroan apabila UNTR mendapatkan pinjaman dari PAMA ketimbang dari pihak lain.

Sebelumnya, emiten Grup Astra ini telah mencatatkan volume penjualan alat berat Komatsu sebanyak 2,590 unit pada 10 bulan pertama 2021, melonjak 92,56% dari penjualan periode yang sama tahun lalu sebanyak 1,345 unit.

Sara menyebut bahwa volume penjualan Komatsu sepanjang Oktober tahun ini telah mencapai 396 unit. Seiring dengan itu, pangsa pasar Komatsu sampai Oktober tahun ini menjadi 22%. Secara rinci, kenaikan penjualan alat berat Komatsu tersebut mayoritas dikontribusikan dari sektor pertambangan sebesar 52% dibandingkan tahun sebelumnya 35%.

Kemudian sektor kehutanan sebesar 13% daripada tahun sebelumnya 20%, dan sektor konstruksi yang menopang penjualan sebesar 25% dibandingkan tahun sebelumnya 33%, serta sektor agro sebesar 10% dibandingkan penjualan tahun sebelumnya sebesar 12%.

Di samping penjualan alat berat, kinerja apik UNTR juga disumbang dari produksi batu bara dan penghapusan lapisan penutup yang dihasilkan PAMA. Hingga Oktober 2021 tercatat, produksi batu bara PAMA naik 2,42% menjadi 97,1 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu 94,8 juta ton.

Begitu juga dengan penghapusan lapisan penutup yang naik tipis 1,53% menjadi 709,1 juta volume padat dari tahun sebelumnya 698,4 juta volume padat.

Sementara dari sisi volume penjualan batu bara, anak usaha UNTR yakni PT Turah Turangga Agung juga mencatatkan kinerja moncer hingga Oktober 2021 ini. Terbukti, Turah Turangga Agung sukses membukukan kenaikan penjualan sebesar 6,99% menjadi 8,15 juta ton dari sebelumnya 7,72 juta ton secara year to date (ytd). 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia