Hingga 17 Desember 2021, KSEI: Jumlah Investor Pasar Modal Capai 7,3 Juta
JAKARTA, investor.id — PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) hingga 17 Desember 2021 mencatat jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 7,3 juta SID, meningkat 89,58% dibanding perolehan tahun 2020 sejumlah 3,88 juta.
Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo mengatakan, jumlah tersebut terdiri dari investor saham, surat utang, reksa dana, surat berharga negara (SBN) dan jenis efek lainnya dengan komposisi 3,4 juta SID yang memiliki aset saham, 6,7 juta SID aset reksa dana dan 607 ribu SID aset SBN.
Berdasarkan data KSEI, investor pasar modal didominasi oleh 62,55% laki-laki, 59,84% usia di bawah 30 tahun, 32,88% pegawai swasta, 58,33% lulusan sarjana, 36,25% berpenghasilan 10-100 juta/bulan dan 69,84% berdomisili di pulau Jawa.
Dia juga mengatakan, 73,61% SID melakukan pembukaan rekening melalui selling agent financial technology (fintech). Sehingga, platform digital memang menjadi sarana yang banyak dimanfaatkan oleh investor untuk berinvestasi pasar modal.
Adapun sebaran investor di Indonesia, pada Desember 2020 71,82% dari jumlah investor di Indonesia itu terkonsentrasi di pulau Jawa. Kemudian, jumlah investor pada 17 Desember 2021 mencapai 69,84%. Persentase nya mengecil di pulau Jawa, namun investor sudah mulai menyebar ke berbagai pulau.
“Artinya penyebaran investor di Indonesia sudah mulai merata. Tidak hanya di pulau Jawa saja, tapi sudah mencapai ke kepulauan sumatera, kalimantan, Bali, NTT, Maluku dan Papua,” ujar Uriep di Jakarta, Kamis (23/12).
Di sisi lain, Direktur KSEI Supranoto Prajogo menyampaikan, saat ini KSEI telah menyusun 30 program kerja, dimana 9 di antaranya merupakan program strategis, salah satunya adalah rencana pengembangan alternatif penyimpanan Dana Nasabah pada Sub Rekening Efek (SRE) untuk instrumen efek bersifat ekuitas dan efek bersifat utang dan Investor Fund Unit Account (IFUA) untuk instrumen reksa dana.
Program ini bertujuan untuk memberikan alternatif tempat penyimpanan dana dalam rangka penyelesaian transaksi di pasar modal. Guna mengantisipasi peningkatan jumlah investor di pasar modal, KSEI akan melakukan penambahan jumlah karakter kode klien dari 4 karakter menjadi 6 karakter.
Adapun sejak 16 Desember 2021, KSEI telah memperoleh ijin prinaip dari Bank Indonesia sebagai peserta BI-FAST melalui surat Bank Indonesia No. 23/225/DPSP/Srt/B. Dengan menggunakan BI Fast, maka biaya transfer antar bank maksimal hanya Rp 2.500.
Sementara itu, KSEI juga melakukan pengembangan teknologi digital lainnya berkaitan dengan pengembangan eASY.KSEI. Dalam waktu dekat, KSEI akan melanjutkan pengembangan eASY.KSEI agar dapat digunakan untuk penyelenggaraan e-RUPEBUS (rapat umum pemegang efek bersifat utang) dan e-RUPUP (rapat umum pemegang unit penyertaan) secara daring. eASY.KSEI juga akan dilengkapi dengan dukungan terkait multi-voting shares atau saham dengan hak multiple.
KSEI terus berupaya untuk mendukung pegembangan pasar modal Indonesia, khususnya di tengah era digital yang saat ini mendominasi. Meskipun kondisi pandemi masih berlangsung dan terdapat pembatasan mobilitas, niscaya KSEI menyiapkan berbagai infrastruktur untuk memastikan aktivitas transaksi pasar modal dapat berlangsung secara berkesinambungan.
Saat ini, 81,36% investor pasar modal Indonesia merupakan generasi milenial dan gen z. Dengan demikian, pengembangan dari sisi teknologi digital dan pembangunan infrastruktur pasar modal yang memungkinkan kegiatan online harus dapat diwujudkan KSEI.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






