Kamis, 14 Mei 2026

Anak Usaha J Resources Asia Pasifik (PSAB) Lunasi Kredit Sindikasi

Penulis : Thresa Sandra Desfika
31 Des 2021 | 12:45 WIB
BAGIKAN
 PT J Resources Asia Pasifik Tbk. Foto: Perseroan.
PT J Resources Asia Pasifik Tbk. Foto: Perseroan.

JAKARTA, investor.id - PT J Resources Nusantara (JRN), entitas anak PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), telah melunasi fasilitas kredit sindikasi kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Shinhan Indonesia.

"Akhirnya setelah melewati beberapa proses, kami telah menyelesaikan fasilitas kredit sindikasi yang diberikan Bank BNI dan Bank Shinhan Indonesia. Kami berterima kasih kepada para kreditur dan supplier yang sudah memberikan kepercayaan kepada kami selama ini," ungkap Direktur Utama J Resources Asia Pasifik Edi Permadi dalam keterangan resmi, Jumat (31/12).

Sehubungan dengan pelunasan fasilitas kredit sindikasi ini, hal-hal yang berkenaan dengan jaminan berdasarkan secured facilities agreement (SFA) akan ditindaklanjuti.

“Pelunasan ini juga menjadi bukti komitmen kami untuk bangkit kembali dan menyambut tahun depan lebih baik ,” tandas Edi.

ADVERTISEMENT

Sebagaimana diketahui, pada 12 April 2019 JRN dan BNI meneken SFA untuk beberapa fasilitas pinjaman dengan tenggat waktu berbeda.

Ke depan, PT J Resources Asia Pasifik Tbk akan fokus kembangkan dua aset penting PSAB, yakni Blok Bakan dan Blok Doup.

“Kedua blok ini merupakan selektif aset. Di Bakan kami masih optimis dengan greenfield eksplorasi. Meski sudah beroperasi produksi namun kegiatan eksplorasi tetap dilakukan di Bakan,” terang Edi.

Tambang Bakan yang dikelola anak usahanya, PT J Resources Bolaang Mongodow (JRBM), saat ini menjadi penyumbang produksi emas terbesar Perseroan. Cadangan emas di tambang Bakan tercatat sebesar 611 koz sementara sumber dayanya mencapai 1,036 koz. Dengan jumlah cadangan tersebut, dapat menambah umur Tambang Bakan selama 5-6 tahun. Kegiatan eksplorasi terus dilakukan dengan target mencapai tambahan cadangan sebesar 1 sampai 1,7 koz.

“Tambang Bakan memang agak spesial. Perseroan mendapat rezeki luar biasa. Sejak mulai produksi di tahun 2013, cadangan dan sumber dayanya terbilang kecil. Cadangan awal hanya 300 koz. Tetapi sampai sekarang cadangannya terus meningkat. Ini karena keberhasilan perseroan dalam melakukan kegiatan eksplorasi sehingga penemuan cadangan baru bisa menggantikan cadangan yang sudah ditambang,” terang salah satu Direktur J Resources Asia Pasifik, Adi Maryono.

Adi menegaskan bahwa tidak banyak perusahaan tambang yang punya komitmen pada kegiatan eksplorasi seperti PSAB.

“Dari kegiatan eksplorasi yang saat ini sedang gencar dilakukan, perseroan menargetkan tambahan cadangan hingga 1 sampai 1,7 juta koz sehingga umur Tambang Bakan akan bertambah 10 tahun lagi,” terang Adi.

Sementara Tambang Doup yang lokasinya tidak jauh dari Tambang Bakan, sedang dalam tahapan konstruksi. Saat ini yang akan dieksploitasi baru 200 hektar dari luas keseluruhan area 4.000 hektar. Dari kegiatan eksplorasi yang masih terus dilakukan tersebut, ditargetkan akan ada penambahan cadangan 100 sampai 450 koz Au dengan kadar 0,8-1,0g/ton.

Tambang yang lokasinya tidak jauh dari Tambang Bakan ini juga merupakan salah satu aset penting perseroan. Tambang Doup dikelola PT Arafura Surya Alam (PT ASA) saat ini sedang dalam fase konstruksi dan ditargetkan pada kuartal IV tahun 2022 akan mulai berproduksi.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 12 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 29 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 59 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia