Jumat, 15 Mei 2026

Genjot Bisnis Anak Usaha, Pyridam Farma Beri Pinjaman Rp 34 M

Penulis : Nabil Alfaruq
6 Jan 2022 | 15:42 WIB
BAGIKAN
PT Pyridam Farma Tbk. Foto: IST.
PT Pyridam Farma Tbk. Foto: IST.

JAKARTA, investor.id — PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) memberikan fasilitas pinjamana kepada anak usahanya yakni PT Holi Pharma (HP) sebesar Rp 34 miliar. Transaksi afiliasi ini bertujuan untuk pengembangan bisnis anak usaha.

Berdasarkan keterangan resmi belum lama ini, manajemen perseroan menyampaikan, transaksi afiliasi dilaksanakan untuk memberikan pinjaman kepada anak usaha dalam rangka perkembangan bisnis termasuk pembelian aset yang diharapkan dapat memaksimalkan kegiatan operasionalnya.

Transaksi afiliasi tersebut tidak mengandung benturan kepentingan. Sebagaimana diketahui, HP merupakan anak usaha perseroan dimana dimiliki lebih dari 99% saham dari seluruh modal ditempatkan dan disetor.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Pyridam Farma mengakuisisi 27.385 saham atau 100% saham Holi Pharma dengan nilai Rp 108,56 miliar. Aksi korporasi tersebut menjadikan perseroan sebagai pengendali HP.

Pyridam Farma mengambil alih seluruh saham HP setelah memperoleh restu dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Kamis (23/12). Dalam RUPSLB tersebut, para pemegang saham menyetujui pengambilalihan seluruh saham HP dan menyepakati pengambilan saham baru yang akan diterbitkan HP.

“Pemegang saham menyetujui rancangan akta pengambilalihan atau akta jual beli saham tersebut, dengan syarat dan ketentuan yang dipandang baik perseroan dan para pemegang saham HP sesuai ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Direktur Utama Pyridam Farma Lee Yan Gwan dalam keterangan tertulis.

Lee menjelaskan, PYFA telah mengakuisisi sebanyak 27.371 saham HP yang mewakili 99,95% saham milik Erik Darius Mardiwidyo. Sedangkan 14 saham atau 0,05% saham milik Murtiati diambilalih oleh anak usaha Pyridam Farma, yaitu PT Pyfa Sehat Indonesia (PSI). Dengan demikian, perseroan bersama anak usahanya tersebut mengambilalih sebanyak 27.385 saham dengan nilai nominal Rp 1.000.000 per saham.

“Nilai transaksi sebesar Rp 108,56 miliar ditentukan berdasarkan pada penilaian dan pendapat kewajaran dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Dasa’at, Yudistira & Rekan,” jelas Lee.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Pyridam Farma dan PSI pada periode kuartal II-2021 yang terbit pada 11 Oktober 2021, nilai ekuitas perseroan yang menjadi dasar penetapan transaksi material adalah Rp 175,13 miliar. Sehingga pelaksanaan transaksi tersebut memiliki nilai sebesar 61,99% dari nilai ekuitas perseroan.

Akuisisi tersebut dilakukan karena adanya kebutuhan untuk pengembangan usaha, terutama pada segmen pasar yang berbeda. Bukan hanya itu, perseroan juga merasa perlu untuk mengambilalih HP karena sebagian besar produknya merupakan obat generik. Dengan demikian, perseroan dapat melebarkan segmen bisnis.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 19 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia