Jumat, 15 Mei 2026

Himpun Dana Rp 50 Triliun dari 40.000 Nasabah Prioritas, BSI (BRIS) Incar Nasabah Beraset Rp 500 Juta

Penulis : Lona Olavia
13 Jan 2022 | 08:12 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Hery Gunardi (dua dari kanan), didampingi Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna (kanan) dan RCEO  BSI Jakarta Deden Durachman (kiri) bersama nasabah prioritas meresmikan Outlet BSI Prioritas di The Tower Jakarta, Rabu (12/1).
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Hery Gunardi (dua dari kanan), didampingi Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna (kanan) dan RCEO BSI Jakarta Deden Durachman (kiri) bersama nasabah prioritas meresmikan Outlet BSI Prioritas di The Tower Jakarta, Rabu (12/1).

JAKARTA, investor.id - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI perkuat segmen nasabah prioritas. Hingga kini jumlah dana kelolaan layanan khusus nasabah prioritas sudah mencapai  lebih dari Rp 50 triliun berasal dari penghimpunan dana 40.000 nasabah.

“Untuk itu kami menambah  outlet BSI Prioritas di The Tower Jakarta. Outlet BSI Prioritas ini dikhususkan untuk nasabah yang masuk dalam segmen affluent & high net worth. Yaitu nasabah yang memiliki asset under management (AUM) mulai dari Rp 500 juta,” ungkap Direktur Utama BSI Hery Gunardi dalam keterangan tertulis, Kamis (13/1).

Outlet Prioritas ke 10 ini  melengkapi layanan segmen atas, yang sudah hadir di 9 titik lainnya yang tersebar di beberapa kota antara lain Aceh, Padang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang dan Makassar.

ADVERTISEMENT

Menurut Hery, dengan terus bertambahnya outlet BSI Prioritas pihaknya ingin terus meningkatkan layanan wealth management berbasis syariah. Hingga saat ini, ada beragam produk wealth management yang ditawarkan BSI kepada nasabah prioritas seperti investasi melalui reksa dana syariah, sukuk dan bancassurance.

Wealth management merupakan salah satu segmen individual di perbankan yang memiliki potensi besar dengan pertumbuhan positif. Walaupun jumlah rekening segmen tersebut tidak sampai 1% dari total rekening DPK di bank, namun nominal simpanan porsinya di atas 50% dari total nominal simpanan individu.

“Kami optimis layanan wealth management berbasis syariah akan terus berkembang, seiring dengan kinerja private wealth management di Indonesia yang semakin baik.  Artinya bisnis di segmen tersebut merupakan sektor yang berkembang dan mempunyai potensi besar dalam memberikan nilai atau keuntungan bagi perbankan,” tambah Hery.

Sementara itu,  BSI juga mendukung Program Pengungkapan Sukarela (PPS) Wajib Pajak (Tax Amnesty Jilid II) yang mulai diberlakukan pemerintah awal tahun ini. Untuk itu,  melalui Outlet Prioritas, BSI juga akan membantu mensosialisasikan program tax amnesty dengan cara menyediakan fasilitas konsultasi tentang perpajakan. Sehingga nasabah prioritas dapat melaporkan dan membayarkan pajaknya, selain memperoleh layanan pengelolaan dana secara komprehensif.

Kebijakan pemerintah menetapkan Tax Amnesty Jilid II memberikan peluang pertumbuhan bagi bisnis private wealth management. “Dari penyelenggaraan program Tax Amnesty ini menciptakan lebih banyak peluang dari segmen wealth di Indonesia untuk tumbuh lebih optimal,” tutup Hery.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 25 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 29 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia