Tak Tanggung-Tanggung, Indika (INDY) Kucurkan Capex Rp 2,76 Triliun Tahun ini
JAKARTA, investor.id - PT Indika Energy Tbk (INDY) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 193 juta atau setara Rp 2,76 triliun pada tahun ini. Belanja modal ini akan digunakan untuk pengembangan anak usaha.
Head of Corporate Communication Indika Energy Ricky Fernando menjelaskan, sebagian besar belanja modal tahun ini akan digunakan oleh anak usaha, yakni PT Petrosea Tbk (PTRO) dan pengembangan tambang emas melalui entitas usaha, Masmindo Dwi Area.
Baca juga: Divestasi MBSS, Indika Energy (INDY) Cetak Rugi US$ 6 Juta Pada Kuartal III-2021
"Kemudian, kami mengembangkan energi surya melalui Empat Mitra Indika Tenaga Surya (EMITS) dan kendaraan listrik melalui PT Electra Mobil Indonesia (EMI)," jelas Ricky dalam keterangan tertulis kepada Investor Daily, Jumat (14/1).
Baca juga: Akuisisi Saham Nusantara Resources, Indika Energy Rogoh Kocek Rp 608,45 Miliar
Melalui belanja modal ini, Indika berharap bisa mencapai target produksi tahun ini. Ricky menjelaskan, tahun ini, Indika menargetkan produksi PT Kideco Jaya Agung sebesar 34 juta ton dan Multi Tambangjaya Utama (MUTU) sebesar 1,8 juta ton tahun ini.
Di samping menggenjot bisnis yang sudah ada, Indika juga mengembangkan bisnis di luar batu bara. Adapun pengembangan bisnis tersebut adalah di bidang pertambangan emas, solusi berbasis alam, serta energi baru dan terbarukan.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler




