Jumat, 15 Mei 2026

Ini Update Pengembangan Bisnis Non Batu Bara Indika Energy (INDY)

Penulis : Gita Rossiana
14 Jan 2022 | 10:57 WIB
BAGIKAN
Indika Energy. Foto: Perseroan.
Indika Energy. Foto: Perseroan.

JAKARTA, investor.id - PT Indika Energy Tbk (INDY) terus mengembangkan bisnis di luar batu bara. Hal ini dilakukan untuk mencapai target pendapatan dari luar bisnis batu bara sebesar 50% pada 2025.

Head of Corporate Communication Indika Energy Ricky Fernando menjelaskan, dalam mengembangkan bisnis di luar batu bara, Indika menggarap proyek energi surya melalui anak usaha, PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya (EMITS) dan kendaraan listrik melalui PT Electra Mobilitas Indonesia (EMI). Sejauh ini, EMITS sudah banyak melakukan pengembangan bisnis di energi surya dengan fokus pada sektor komersial dan industri.

Salah satu pengembangan yang sudah dilakukan EMITS adalah penandatanganan kemitraan untuk mengembangkan pelabuhan berkelanjutan atau green port di Pelabuhan Sabang, Aceh dan Pelabuhan Krakatau International di Banten.

ADVERTISEMENT

"Selain itu, EMITS juga melakukan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk perusahaan-perusahaan lainnya," ujar Ricky dalam keterangan tertulis kepada Investor Daily, Jumat (14/1).

Adapun sebelumnya, Indika melalui PT Indika Energy Infrastructure juga menjual 51% saham PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) senilai US$ 41,31 juta untuk mencapai target pendapatan di luar segmen batu bara sebesar 50%. Indika melalui PT Indika Mineral Investindo juga mengakuisisi seluruh saham Nusantara Resources Limited dan saham PT Masmindo Dwi Area untuk mengembangkan tambang emas.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia