Jumat, 15 Mei 2026

Net TV Patok Harga IPO di Batas Atas, Raup Rp 149,9 Miliar

Penulis : Jauhari Mahardhika
18 Jan 2022 | 20:49 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi streaming Net TV. Foto: Net TV.
Ilustrasi streaming Net TV. Foto: Net TV.

JAKARTA, investor.id – PT Net Visi Media Tbk (NETV) atau Net TV menetapkan harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebesar Rp 196 per saham. Harga tersebut berada di batas atas, karena selama bookbuilding ditawarkan pada kisaran Rp 190-196.

Net TV melepas sebanyak 765,3 juta saham atau setara 4,37% ke publik. Dengan begitu, perseroan berpeluang meraih dana Rp 149,99 miliar. PT NH Korindo Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Masa penawaran umum berlangsung pada 19-24 Januari 2022. “Tanggal penjatahan pada 24 Januari 2022, distribusi saham secara elektronik pada 25 Januari 2022, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 26 Januari 2022,” ungkap Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam laporannya, Selasa (18/1).

ADVERTISEMENT

Bersamaan dengan penawaran umum, Net TV akan menerbitkan sebanyak 5,93 miliar saham baru dalam rangka pelaksanaan konversi atas seluruh tagihan yang dimiliki oleh PT Indika Inti Holdiko, berdasarkan perjanjian pinjaman pemegang saham untuk mengkonversi total pinjaman menjadi 1,8 miliar saham.

Kemudian, mandatory convertible bonds yang telah diterbitkan perseroan kepada masing-masing PT Semangat Bambu Runcing sebanyak 2,06 miliar saham dan PT First Global Utama sebanyak 2,06 miliar saham.

Dengan demikian, total persentase saham hasil pelaksanaan konversi mencapai 25,31% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum dan pelaksanaan konversi.

Selain itu, Net TV akan melaksanakan program opsi kepemilikan saham kepada manajemen dan karyawan atau management and employee stock option plan (MESOP) dengan jumlah sebanyak 703,59 juta saham atau setara 2,91% dari modal disetor dan ditempatkan setelah IPO.

Sesuai rencana, Net TV akan menggunakan 18,5% dana hasil IPO untuk modal kerja, yang akan digunakan dalam industri manajemen (artis) antara lain untuk biaya pengembangan keahlian dan keterampilan artis serta biaya operasional. Kemudian, sebesar 53% dialokasikan untuk setoran modal pada PT Net Mediatama Televisi (NMTV) sebagai salah satu anak usaha untuk membayar sejumlah utang. Di antaranya, utang sebesar Rp 35,7 miliar kepada PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) dan utang Rp 9,29 miliar kepada PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC).

Sisanya 28,5% akan dipakai untuk setoran modal pada PT Net Media Digital, anak usaha perseroan yang lain, untuk pembuatan serta pembelian program dan biaya-biaya operasional.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia