Jumat, 15 Mei 2026

Analis: Kinerja Siloam (SILO) Diprediksi Meningkat Di Tahun 2022, Lippo Karawaci (LPKR) Terimbas Positif

Penulis : Lona Olavia
21 Jan 2022 | 18:44 WIB
BAGIKAN
Siloam Hospitals Mataram. Sumber; siloamhospitals.com
Siloam Hospitals Mataram. Sumber; siloamhospitals.com

JAKARTA, investor.id - Dalam laporan bertajuk Market Outlook 2022: Healthcare Sector, PT Ciptadana Sekuritas Asia menyebutkan kinerja sektor kesehatan di Indonesia cenderung bertumbuh di tahun 2022. Hal tersebut didorong oleh berbagai faktor positif, seperti permintaan terhadap layanan dan produk kesehatan yang terus meningkat.

Di samping itu, pemerintah menetapkan anggaran kesehatan sebesar Rp 255,3 triliun pada tahun 2022, dengan perincian Rp 139,4 triliun anggaran kesehatan reguler, meningkat 11,3% year on year (yoy) dan Rp115,9 triliun anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk penanganan Covid-19, turun 42,4% yoy.

Ciptadana Sekuritas Asia juga menyebutkan bahwa dari sisi suplai pasar Indonesia masih kurang terpenetrasi. Menurut data Bank Dunia, rasio tempat tidur rumah sakit di Indonesia untuk setiap 1.000 penduduk hanya 1,2x, lebih rendah dari Singapura 2,3x, dan Korea Selatan 12,27x. Rasio dokter untuk setiap 1.000 penduduk hanya 0,4x, lebih rendah dibandingkan negara lain. Dari sisi belanja, belanja kesehatan juga masih rendah, yaitu sebesar 2,9% dari PDB, lebih rendah dari rata-rata negara-negara dengan tingkat pendapatan rendah sebesar 6,1% dari PDB, dan juga lebih rendah dari rata-rata negara-negara Asia Timur Pasifik dengan 7,4% dari PDB.

ADVERTISEMENT

"Bahkan dengan pengeluaran perawatan kesehatan yang rendah saat ini, sebagian besar rumah sakit swasta sudah penuh sesak dan menguntungkan, yang menyiratkan peluang pertumbuhan yang sangat besar. Oleh karena itu, kami percaya, masih banyak ruang untuk perbaikan di sektor kesehatan Indonesia,” jelas Ciptadana Sekuritas Asia dalam risetnya, Jumat (21/1).

Ciptadana Sekuritas Asia juga memperkirakan salah satu emiten sektor healthcare yang dapat meningkatkan performa pada tahun 2022 adalah PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO). SILO diprediksi mencatatkan pendapatan Rp 9,77 triliun dan laba Rp 722 miliar pada tahun 2022, meningkat dari proyeksi pendapatan pada tahun 2021 yang sebesar Rp 8,12 triliun dengan laba bersih Rp 622 miliar.

Alhasil, pertumbuhan kinerja SILO tentunya berdampak positif terhadap PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) sebagai induk usaha dan pemegang saham utama SILO sebesar 55,4%.

Komisaris Utama SILO sekaligus CEO LPKR John Riady mengatakan bahwa LPKR melalui SILO berkomitmen untuk terus mengembangkan industri kesehatan di Indonesia. "Industri kesehatan merupakan salah satu industri atau sektor yang penting dan perlu dikembangkan di Indonesia. Terlebih lagi, perekonomian diperkirakan semakin bertumbuh dan kebutuhan akan fasilitas kesehatan semakin tinggi. LPKR melalui SILO akan terus melanjutkan ekspansi untuk mewujudkan misi kami yaitu memenuhi kebutuhan healthcare di Indonesia," ungkapnya.

Saat ini, SILO mengelola dan mengoperasikan 40 rumah sakit, terdiri dari 14 rumah sakit di wilayah Jabodetabek dan 26 rumah sakit yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara. Jaringan SILO telah memiliki 2.700 dokter umum dan spesialis, serta lebih dari 15.000 perawat dan staf pendukung.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia