Jumat, 15 Mei 2026

Tetapkan Harga Private Placement, Bank MNC Raup Dana Rp 324,9 Miliar

Penulis : Jauhari Mahardhika
25 Jan 2022 | 00:15 WIB
BAGIKAN
Bank MNC. (Ist)
Bank MNC. (Ist)

JAKARTA, investor.id – PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) akan melangsungkan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) atau private placement. Bank MNC akan menerbitkan sebanyak 1,96 miliar saham, dengan harga pelaksanaan Rp 165 per saham.

Dengan harga tersebut, BABP bakal meraih dana sebesar Rp 324,9 miliar. “Pelaksanaan non-HMETD pada 31 Januari 2022. Pemberitahuan hasil non-HMETD pada 3 Februari 2022,” ungkap manajemen Bank MNC Internasional dalam keterangan resmi, Senin (24/1).

Adapun rencana aksi korporasi BABP ini telah disetujui dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 9 Juni 2021.

ADVERTISEMENT

Bank MNC telah berkomitmen untuk memenuhi modal inti minimum sebesar Rp 3 triliun pada tahun ini sesuai POJK 12/2020. Tahun lalu, perseroan telah memenuhi ketentuan modal Rp 2 triliun. Pemenuhan modal inti tersebut dilakukan melalui rights issue, eksekusi waran 4 dan 5, serta setoran modal dari pemegang saham pengendali.

Sebelumnya, Executive Chairman Bank MNC Hary Tanoesoedibjo menjelaskan, non-HMETD dicadangkan sebagai tambahan kebutuhan modal, apabila strategi dalam menghimpun dana dan jumlah akun pemberian kredit secara digital berhasil. Perseroan berharap bisa masuk BUKU III atau bank dengan modal inti di atas Rp 5 triliun dengan melaksanakan private placement dan sebelumnya rights issue.

Dengan modal inti tersebut, perseroan berharap bisa mendukung pengembangan bank digital melalui Motion Banking dan bisa bersaing dengan bank digital lain. Hary optimistis bisa bersaing dengan bank digital lain karena Bank MNC memiliki ekosistem yang mendukung. “Motion Banking memiliki ekosistem MNC Media yang jumlah pelanggan TV-nya dalam satu bulan bisa meningkat 300 ribu," ungkap dia.

Sementara itu, apabila bank digital tidak memiliki ekosistem, menurut Hary, akan sulit bersaing dengan bank digital lain. Sebab tanpa basis nasabah yang kuat, maka akan sulit untuk pembukaan akun baru. Untuk menarik nasabah baru membutuhkan promosi yang biayanya tidak murah. “Di Bank MNC, user bank sudah siap, sarana promosi luar biasa, sehingga dari sisi awareness bisa bersaing dengan bank digital lain," ujarnya.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia