Sabtu, 4 April 2026

2022, Andalan Sakti Primaindo (ASPI) Bidik Marketing Sales Rp 75 M

Penulis : Indah Handayani
26 Jan 2022 | 15:52 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama PT Andalan Sakti Primaindo Suwandi Notopradono. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Direktur Utama PT Andalan Sakti Primaindo Suwandi Notopradono. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.id – PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) membidik marketing sales sebesar Rp 75 miliar pada 2022. Angka ini berasal marketing sales proyek Grandia LIV yang berada di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Direktur Andalan Sakti Primaindo (ASPI) Suwandi Notopradono menjelaskan proyek Grandia LIV merupakan nama baru bagi proyek yang sebelumnya bernama Casa Serpong. Proyek ini sempat mengalami penundaan pembangunan dikarenakan Covid-19 meningkat tajam pada 2021. Sehingga saat itu terjadi peningkatan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang menyebabkan perizinan terhambat karena pergerakan terbatas. Akhirnya, ASPI baru bisa melaksanakan pembangunan proyek tersebut pada semester II 2022.

Suwandi menambahkan, saat ini proyek tersebut sudah dalam proses perizinan site plan. Artinya, sudah mencapai 90% dan kemudian akan dilanjutkan pada pembangunan. Disaat yang bersamaan, Andalan Sakti Primaindo juga akan melakukan marketing sales untuk tahap pertama proyek tersebut sebanyak 600 unit diatas lahan 7,7 hektar. “Nilai dari penjualan unit rumah itu adalah Rp 250 miliar. Jika diambil marketing salesnya sebesar 30-40%, maka kami membidik marketing sales sebesar Rp 75 miliar pada 2022,” ungkapnya di sela virtual publik ekspose ASPI, Rabu (26/1).

Sedangkan target pendapatan, lanjut Suwandi, pihaknya menargetkan sebesar Rp 10 miliar. Pendapatan tersebut akan berasal dari penjualan enam unit tersisa dari proyek Arkamaya Residence yang berada di Ciputat, Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Unit tersebut akan dijual dengan harga mulai dari Rp 1,4 – 2 miliar per unitnya.

Untuk capital expenditure (capex), Corporate Secretary Andalan Sakti Primaindo (ASPI) Helen menyebutkan perseroan mengalokasikan Rp 5 miliar. Angka tersebut akan digunakan untuk pembangunan di proyek Grandia LIV di Parung Panjang, Kabupaten Bogor. Tidak hanya itu, perseroan juga akan melakukan penambahan land bank atau lahan dari proyek tersebut. Sebab, dari perencanaan perizinan perseroan tercatat lahan di proyek tersebut sebanyak 15 hektar.

“Kami akan menambah land bank sampai ke 15 hektar tersebut. Sampai saat ini, kami baru melakukan pembebasan kurang lebih sampai 9 hektar,” papar Helen

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


International 6 menit yang lalu

Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang

Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.
Market 16 menit yang lalu

Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.
Business 46 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 57 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 1 jam yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 2 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia