Selain Bank Jago (ARTO), Saham-saham Ini juga Menjadi Jagoan Grup Northstar
JAKARTA, investor.id – Saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) masih moncer dengan kenaikan harga sebesar 281,4% menjadi Rp 16.400 dari Rp 4.300 selama 30 Desember 2020 hingga 31 Januari 2022 (periode 13 bulan). Tapi ternyata, selain Bank Jago, beberapa saham lain yang sama-sama menjadi portofolio Grup Northstar, juga tak kalah bersinar.
Contohnya, saham PT Bundamedik Tbk (BMHS) yang melesat 139,7% menjadi Rp 815 dari Rp 340. Kemudian, saham PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) sebesar 133% menjadi Rp 1.305 dari Rp 560. Hanya saham PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) yang meredup, dengan penurunan saham hingga 28,4% selama 30 Desember 2020 hingga 31 Januari 2022.
Northstar Group merupakan perusahaan private equity terdepan di Asia Tenggara, yang didirikan oleh Patrick Walujo dan Glenn Sugita pada tahun 2003. Kemudian, pada 2006, Northstar mengumpulkan dana private equity pertamanya, Northstar Equity Partners Limited, senilai US$ 110 juta. Pada 2008, Northstar mengumpulkan dana Northstar Equity Partners II Limited sebesar US$ 285 juta. Pada 2011 oleh Northstar Equity Partners III Limited sebesar US$ 820 juta dan pada 2014 oleh Northstar Equity Partners IV Limited senilai US$ 810 juta.
Sejak didirikan pada 2003, Northstar Group telah berinvestasi di lebih dari 35 perusahaan di sektor perbankan, asuransi, konsumen/ritel, kesehatan, manufaktur, teknologi, telekomunikasi, dan agribisnis, termasuk GoTo (sebelumnya Gojek), Bank BTPN, Alfamart, Thai Credit Retail Bank, APAC Realty, Indomaret, Bunda Medical Group, TiKi, dan Bank Jago. Northstar Group telah menginvestasikan lebih dari US$ 3 miliar dengan rekan investornya di kawasan Asia Tenggara.
Baru-baru ini, Northstar menghimpun dana melalui Northstar Equity Partners V Limited (Northstar V) dengan komitmen modal sebesar US$ 590 juta atau setara Rp 8,4 triliun. Northstar siap berinvestasi pada sejumlah perusahaan mapan serta start-up pilihan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Co-Founder dan Managing Partner Northstar Group Patrick Walujo mengatakan, investasi inti Northstar V akan berfokus pada pendorong utama pertumbuhan di Asia Tenggara, termasuk sektor konsumsi, layanan keuangan, ekonomi digital, dan pemulihan dari pandemi Covid-19.
"Selama dua tahun terakhir, kita semua telah melihat volatilitas, ketidakpastian, dan kompleksitas yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun, Asia Tenggara dan khususnya Indonesia terus menghadirkan peluang investasi jangka menengah hingga panjang yang menarik,” kata Patrick dalam keterangan tertulis.
Portofolio Northstar V yang telah dilakukan adalah investasi di Greenfields Dairy, Advance Intelligence Group, dan Ula. Northstar Group juga tengah menganalisis sejumlah peluang investasi menarik untuk Northstar V yang akan ditutup pada paruh pertama tahun 2022. Dengan penutupan Northstar V, Northstar Group mengelola portofolio dengan total lebih dari US$ 2,5 miliar.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






