Jumat, 15 Mei 2026

Rekonstituen Indeks BEI Tak Pengaruhi Fundamental Saham IPCC

Penulis : Eva Fitriani
3 Feb 2022 | 09:49 WIB
BAGIKAN
Kendaraan di IPCC. Foto: IPCC
Kendaraan di IPCC. Foto: IPCC

JAKARTA, investor.id  – Perubahan isi konstituen (rekonstituen) indeks di Bursa Efek Indonesia yang efektif berlaku pada 4 Februari 2022, diyakini tidak akan berpengaruh terhadap fundamental saham PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC). Kinerja perusahaan tetap solid yang terlihat pada kenaikan jumlah bongkar muat CBU ekspor 2021 sebanyak 25,79%, ekspor alat berat 56,65% dan impor 145,79%.

Saham emiten pelabuhan kendaraan ini sebelumnya berada di salah satu indeks yang terkena rekonstituen, yaitu indeks IDX SMC Composite.

Adanya perubahan perhitungan free float dalam rekonstituen indeks BEI membuat saham IPCC keluar dari konstituen IDX SMC Composite.

ADVERTISEMENT

“Diharapkan peningkatan kegiatan operasional dan pengembangan bisnis IPCC dapat dipandang positif oleh pelaku pasar. Adanya penurunan saham IPCC yang tidak sejalan dengan kondisi riil fundamental dapat dimanfaatkan untuk kembali masuk berinvestasi pada saham perseroan. Selain itu, juga diharapkan tidak banyak terpengaruh dengan adanya perubahan isi dari konstituen indeks di BEI, karena perubahan tersebut merupakan hal yang wajar terjadi,” kata Corporate Secretary IPCC Sofyan Gumelar dalam keterangan resminya, Rabu (2/2).

Sofyan mengatakan, meski IPCC keluar dalam konstituen indeks IDX SMC Composite, saham perusahaan masih masuk dalam sejumlah indeks.

Adapun indeks tersebut ialah Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan indeks IDX-MES BUMN 17. Selain itu, juga masih tercatat di Papan Utama Bursa Efek Indonesia.

“Perseroan tetap berupaya untuk menjaga kinerja fundamental dengan baik, sehingga value perusahaan dapat terjaga. Melihat perkembangan sepanjang 2021, kinerja perseroan dapat dikatakan telah membaik dibandingkan 2020 karena terimbas pandemic Covid-19,” ujar dia.

Sofyan mengungkapkan, telah pulihnya kondisi makroekonomi yang dibarengi dengan kebijakan akomodatif dari Pemerintah, terutama pada industri otomotif, memberikan dampak yang positif. Selain itu, meningkatnya sejumlah aktivitas di industri komoditas turut berimbas pada meningkatnya permintaan akan alat-alat berat. Kondisi-kondisi ini pun turut berimbas positif pada kegiatan bongkar muat di Terminal IPCC. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah kendaraan yang dilayani di Terminal Perseroan.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia