Kompetisi di Start-up Cukup Sengit, Analis: The Winner Takes All
JAKARTA, investor.id - Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee menilai, perusahaan start-up yang berkembang di Indonesia hanya akan tersisa beberapa perusahaan besar saja. Pasalnya, perusahaan tersebut yang memiliki ekosistem yang paling lengkap untuk bisa bersaing dengan pemain lainnya.
Hans mengungkapkan, saat ini, ada tiga grup start-up yang cukup besar di Indonesia. Pertama ada GoTo dengan eksoistem yang cukup baik dengan adanya PT Bank Jago Tbk (ARTO). Kemudian, ada Grup Djarum yang memiliki Blibli, Tiket.com dan juga memiliki bank digital. Kemudian ada Grup PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang berkolaborasi dengan Grab dengan ekosistemnya, yakni PT Bukalapak Tbk (BUKA), Dana dan OVO.
"Player di start-up memang bisa banyak seperti jamur di musim hujan, namun pada akhirnya yang bertahan yang bisa memenangkan, The Winner Takes All," jelas dia dalam acara Zooming With Primus secara Virtual, Kamis (3/2).
Hans menjelaskan, di industri marketplace saat ini memang ada pemain lain seperti Lazada, Blibli dan Shopee. Namun, untuk berkompetisi dan memenangkan pertandingan, mereka membutuhkan pihak lain seperti untuk menangani alat pembayaran.
Adapun booming start-up yang terjadi saat ini tidak terlepas dari preferensi investor yang kebanyakan milenial. Investor ini meminati perusahaan teknologi dan juga perkembangan digitalisasi di tengah pandemi Covid-19.
"Seiring dengan inovasi yang dilakukan perusahaan teknologi, ke depannya ada kemungkinan start-up ini akan booming lagi," ucap dia.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






