Jumat, 15 Mei 2026

4 Start-up Antre Masuk BEI, Ada GoTo?

Penulis : Thresa Sandra Desfika
3 Feb 2022 | 14:04 WIB
BAGIKAN
Kepala Divisi Penilaian Perusahaan I BEI Adi Pratomo Aryanto  dalam acara Zooming with Primus dengan tema “Booming Startup Ipo” yang disiarkan secara langsung di Beritasatu TV, Kamis (3/2). Foto: IST
Kepala Divisi Penilaian Perusahaan I BEI Adi Pratomo Aryanto dalam acara Zooming with Primus dengan tema “Booming Startup Ipo” yang disiarkan secara langsung di Beritasatu TV, Kamis (3/2). Foto: IST

JAKARTA, investor.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkap saat ini ada 26 perusahaan yang masuk pipeline antre melantai di BEI. Dari 26 perusahaan itu terdapat empat perusahaan yang berkategori start-up atau teknologi.

“Dari pipeline yang 26 perusahaan yang ada di pipeline saat ini, ada empat perusahaan yang masuk kategori start-up atau teknologi. Tapi saya belum dapat menyebutkan untuk namanya karena masih dalam proses evaluasi,” kata Kepala Divisi Penilaian Perusahaan I BEI Adi Pratomo Aryanto dalam cara Zooming with Primus dengan tema “Booming Startup Ipo” yang disiarkan secara langsung di Beritasatu TV, Kamis (3/2).

Meski belum dapat menyebutkan nama keempat perusahaan start-up yang bakal melantai di BEI itu, Adi memberikan sedikit petunjuk. Menurut dia, dari keempat start-up itu ada salah satunya merupakan start-up yang cukup besar dan saat ini masih dalam tahap evaluasi.

ADVERTISEMENT

“Saya bisa sampaikan sedikit hints ada start-up yang cukup besar sedang kami evaluasi saat ini. Mudah-mudahan kalau lancar kita dapat segera melihat start-up ini segera melantai di BEI,” ungkap dia.

Dia menjelaskan, pada tahun 2022 ini, sudah ada lima perusahaan yang melakukan IPO dan listing di BEI. Kelimanya adalah PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Semacom Integrated Tbk (SEMA), PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC), PT Net Visi Media Tbk (NETV), dan PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk (BAUT).

“Lima perusahaan baru yang tercatat di BEI total nilainya untuk fundraising Rp 1,67 triliun dan pada saat ini untuk perusahaan yang sudah melakukan pendaftaran dan pipeline 26 perusahaan tercatat,” ungkap Adi.

Sebagaimana diketahui, GoTo (Gojek dan Tokopedia) memang disebut-sebut akan masuk melantai di BEI pada tahun 2022 ini. Masuknya GoTo diharapkan bisa meningkatkan gairah investasi pasar modal.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia