Jumat, 15 Mei 2026

15 Perusahaan Unicorn dan Centaurs Nyatakan Rencana Go Public

Penulis : Indah Handayani
3 Feb 2022 | 17:34 WIB
BAGIKAN
virtual Edukasi Wartawan Pasar Modal dalam rangka Sosialisasi Peraturan I-A, Kamis (3/2).
virtual Edukasi Wartawan Pasar Modal dalam rangka Sosialisasi Peraturan I-A, Kamis (3/2).

JAKARTA, investor.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut 15 dari 50 perusahaan Unicorn dan Centaurs yang telah dipetakan menyatakan rencana go publik atau berminat untuk melakukan Initial Public Offering (IPO) di Pasar Modal Indonesia.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menyebut teknologi kedepannya akan menjadi suatu yang essential. Ditambah lagi, ada perubahan appetite yang tidak hanya terjadi di Indonesia saja, tapi juga dunia. Sedangkan Indonesia penghasil Unicorn terbanyak di ASEAN, mengingat sebanyak sembilan dari 15 unicorn berasal dari Indonesia nilai valuasi gabungan sebeasr US$ 41,9 miliar.

Saat ini, lanjut dia, Indonesia juga mempunyai potensi besar menghasilkan Unicorn baru Diperkirakan saat ni ASEAN memiliki 70 perusahaan later stage-up dengan status Centaurs dan 38% atau 27 centaurs berasal dari Indonesia. Untuk itu, pasar modal indonesia perlu beradaptasi dengan penerapan hak suara multipel oleh emiten atau multi voting share (MVS) dalam antisipasi peningkatan supply dan demand pasar modal dari perusahana teknologi ini.

ADVERTISEMENT

“Saat ini kami telah melakukan pemetaan terhadap 50 Unicorn dan Centaurs yang telah diketahui melalui pemberitaan dengan mininal penggalangan dana sebesat US$ 20 juta dan beroperasi di Indonesia. Sebanyak kurang lebih 20 perusahaan diantaranya telah bertemu BEI , dan 15 perusahaan telah menyatakan rencana go publik,” ungkap Nyoman di sela virtual Edukasi Wartawan Pasar Modal dalam rangka Sosialisasi Peraturan I-A, Kamis (3/2).

Nyoman menyebut BEI melakukan strategi untuk menarik Unicorn dan Centaurs melakukan IPO dengan melakukan beberapa tahapan. Mulai pemetaan calon perusahaan tercatat dari sektor teknologi, kerjasama dengan pihak ketiga, workshop, hingga monitoring persiapan IPO. “Tidak hanya itu, bursa senantiasa adaptif dalam menyambut dinamika dan perubahan yang terjadi di industri. Hal itu ditunjukan BEI dengan melakukan pengembangan peraturan pencatatan I-A,” tegasnya.

Hal itu, lanjut dia, dilatarbelakangi perubahan dan perkembangan model bisnis perusahan-perusaaan di Indonesia seperti new economy sector. Brenchmarking persyaratan pencatatan dengan bursa global. Discrepancy persyaratan antara papan pencatatan belum dibedakan secara signifikan. Penyesuaian mekanisme pindah papan yang dinamis (akomodasi adanya demosi) dan penanda khussus (notasi khusus) bagi perusahaan dengan kriteria atau kondisi tertentu. Serta, penyesuaian definisi free float sesuai bursa global.

“Hal ini bermanfaat meningkatkan competitiveness BEI di global dengan memberikan alternatif persyaratan pencatatan. Meningkatkan jumlah perusahaan tercatat dengan tetap memperhatikan kualitas perusahaan tercatat. Meningkatkan perlindungan terhadap investor publik, serta meningkatkan likuiditas saham di BEI,” paparnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia