Jumat, 15 Mei 2026

IPO GoTo Berpeluang Kalahkan Bukalapak (BUKA)

Penulis : Thresa Sandra Desfika
3 Feb 2022 | 20:07 WIB
BAGIKAN
PT GoTo Gojek Tokopedia. Foto: IST
PT GoTo Gojek Tokopedia. Foto: IST

JAKARTA, investor.idInitial public offering (IPO) PT GoTo Gojek Tokopedia (GoTo) sangat dinanti pelaku pasar. Bahkan, IPO GoTo diperkirakan lebih diminati dibandingkan IPO PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) yang tercatat mendulang dana hingga Rp 21,9 triliun pada 2021 lalu.

Founder Traderindo.com Wahyu Laksono menjelaskan, IPO Bukalapak sangat menawan dengan meraup rekor raihan dana. Namun, menurut dia, peminat IPO GoTo berpotensi lebih banyak ketimbang BUKA.

“Jika masyarakat benar-benar yakin untuk jangka panjang, maka minatnya akan potensial lebih besar dari pada Bukalapak,” terang Wahyu kepada Investor Daily, Kamis (3/2).

ADVERTISEMENT

Dia menjelaskan, kekuatan GoTo tentu ada pada ekosistemnya yang besar, mencakup e-commerce, transportasi dan logistik, hingga ke financial technology (fintech).

“GoTo jelas gabungan pelaku digital yang sangat kuat. Market leader dalam jangka panjang akan sangat potensial. Apalagi dengan kompleksitas ekosistem digitalnya,” lengkap Wahyu.

Dia menambahkan, untuk momentum IPO, jelas Bukalapak berhasil mendapatkannya dengan bukti raihan dana jumbo. Karena itu, GoTo juga harus mencari momen yang tepat untuk meluncurkan aksi korporasinya ini.

“Saat ini kondisi global sentiment-nya kurang bagus. Tapering akibat rekor inflasi jelas membuat dana kapital mungkin tidak sebebas atau selancar tahun sebelumnya. Apalagi, tahun ini IPO dan aksi korporasi pendanaan rencananya juga cukup banyak sehingga mungkin terjadi kompetisi pengarahan modal,” papar Wahyu.

Jadi kapan waktu yang tepat GoTo IPO? Wahyu menjawab pada awal semester II-2022. “2023 atau 2024 mungkin dihindari karena tahun politik dan risikonya bisa lebih besar. Jika tahun ini, maka potensinya adalah awal semester II atau kuartal III-2022, di mana antisipasi tapering sudah mulai terbaca dan terkendali,” ungkap dia.

Kendati demikian, dia mengingatkan, masyarakat juga harus belajar dari IPO BUKA yang mana harga sahamnya terus menurun setelah IPO. Untuk perusahaan start-up, kata dia, investor harus lebih bersabar dengan pertimbangan investasi jangka panjang.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia