Mantap, Bank Jago (ARTO) Masuk MSCI Global Standard Index
JAKARTA, investor.id - PT Bank Jago Tbk (ARTO) berhasil masuk dalam MSCI (Morgan Stanley Capital International) Global Standard Index. ARTO sejajar dengan emiten besar lainnya yang terlebih dahulu masuk dalam MSCI Global Standard Index.
Berdasarkan data MSCI Global Standard Index per 9 Februari 2022, ada 21 saham di kawasan Asia Pasifik, Eropa dan Amerika yang masuk dalam MSCI Global Standard Index. Di Asia Pasifik, selain Bank Jago, ada Grab Holdings asal Singapura dan Mineral Resources asal Australia yang juga masuk dalam indeks tersebut.
Masuk sebagai konstituen dalam MSCI Global Index merupakan salah satu prestasi buat sebuah emiten. MSCI Global Index ini cukup diperhitungkan dalam mengukur kinerja saham di kawasan tertentu.
Di Indonesia, rebalancing MSCI Indonesia dilakukan setiap Mei dan November. Saham-saham yang masuk dalam indeks tersebut adalah saham yang paling likuid dan diminati oleh investor sehingga kebanyakan adalah saham blue chip.
Ada beberapa saham yang sudah masuk dalam MSCI Indonesia seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Astra International Tbk (ASII) dan lainnya.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






