Jumat, 15 Mei 2026

Market Cap BRI (BBRI) Ditargetkan Mendekati Rp 1.000 Triliun

Penulis : Jauhari Mahardhika
10 Feb 2022 | 21:27 WIB
BAGIKAN
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dalam BRI Microfinance Outlook 2022, Kamis (10/02/2022).
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dalam BRI Microfinance Outlook 2022, Kamis (10/02/2022).

JAKARTA, investor.id – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan kapitalisasi pasar (market cap) saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI mendekati Rp 1.000 triliun.

“Secara ekonomis, BRI ini menjadi bank yang sangat unik. Kapitalisasi pasar BRI saat ini mencapai Rp 670 triliun. Dan, kita punya target dalam beberapa tahun ke depan, kapitalisasi pasar BRI bisa mendekati Rp 1.000 triliun,” kata Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dalam acara BRI Microfinance Outlook 2022, Kamis (10/2).

Dia menegaskan, banyak investor di dunia kini melihat aspek ESG (environmental, social, and governance). “Nah, kita pastikan bahwa dalam program kita, akan menempatkan ESG sebagai salah satu faktor,” ujar Kartika Wirjoatmodjo atau akrab disapa Tiko.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, pada penutupan perdagangan Kamis (10/2), BBRI menguat Rp 20 (0,45%) ke posisi Rp 4.470. Market cap BBRI mencapai Rp 677,5 triliun.

Dalam beberapa hari terakhir, BBRI menjadi incaran investor asing. Adapun sejak awal Januari hingga 10 Februari 2022, asing mencatatkan transaksi beli bersih (net buy) pada BBRI sebesar Rp 3,4 triliun.

Analis Ciptadana Sekuritas Erni Marsella Siahaan dalam risetnya mempertahankan rekomendasi beli BBRI dengan target harga Rp 5.000. Target harga tersebut mempertimbangkan kuatnya kinerja keuangan BRI tahun lalu, sehingga terbuka peluang peningkatan kinerja keuangan tahun ini.

Target harga tersebut juga merefleksikan perkiraan PBV tahun 2022 sekitar 2,2 kali dan potensi lonjakan laba bersih perseroan menjadi Rp 41,66 triliun pada tahun ini.

Mengenai kinerja keuangan BRI tahun 2021, Erni mengungkapkan bahwa laba bersih yang senilai Rp 32,22 triliun telah melampaui estimasi Ciptadana Sekuritas atau setara dengan 111%. Sedangkan PPOP senilai Rp 73,94 triliun setara 104% dari perkiraan Ciptadana Sekuritas.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 55 detik yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 12 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 16 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 54 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 58 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia