Jumat, 15 Mei 2026

Hebat! Telkom (TLKM) Jadi Perusahaan dengan Brand Paling Bernilai Sejajar Google dan Apple

Penulis : Muawwan Daelami
11 Feb 2022 | 05:55 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah dalam sesi panelis hari kedua Inception Meeting B20 Indonesia, beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. Telkom)
Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah dalam sesi panelis hari kedua Inception Meeting B20 Indonesia, beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. Telkom)

JAKARTA, investor.id - PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) kembali tercatat sebagai satu-satunya perusahaan asal Indonesia yang masuk dalam jajaran global 500 2022 most valuable brand atau perusahaan dengan brand paling bernilai versi konsultan brand valuation internasional, Brand Finance.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah menyampaikan, dengan valuasi merek (brand value) yang terhitung mencapai US$4,69 miliar dan enterprise value sebesar US$30,44 miliar, Telkom berada di posisi 490 daftar tersebut, atau mengungguli berbagai merek lain dari berbagai negara.

"Ini menjadi kelima kalinya Telkom masuk di jajaran global bersama dengan perusahaan bergengsi kelas dunia seperti Apple, TikTok, Amazon, Google, dan lainnya," ucap Ririek dalam keterangan resminya dikutip Kamis (10/2).

ADVERTISEMENT

Ia mengemukakan bahwa capaian tersebut menjadi kebanggan sekaligus kerhomatan bagi Telkom dapat kembali masuk di jajaran perusahaan terbaik dunia. Prestasi ini membuktikan bahwa langkah transformasi Telkom sudah berada di jalur yang tepat dan mulai memperlihatkan hasil.

Bagaimana tidak, dalam kurun dua tahun terakhir, Telkom gencar mengakselerasi transformasi perusahaan menjadi digital telko dan menata portofolio untuk value creation yang optimal bukan hanya bagi perseroan, tetapi juga bagi stakeholder dan negara.

Ia menekankan, capaian tersebut tidak lepas dari konsentrasi Telkom yang fokus dalam menjalankan tiga domain bisnis digital yakni digital connectivity, digital platform, dan digital services. Hasilnya, infrastruktur yang menyebar di penjuru negeri menjadi nilai tambah bagi Telkom dalam memanfaatkan konektivitas yang dimiliki untuk pengembangan platform digital serta beragam produk dan layanan digital yang dapat digunakan seluruh pelanggan.

Menurut Ririek, nilai merek merupakan tolok ukur pandangan masyarakat dan pelanggan, investor, serta berbagai pihak dalam melihat layanan dan produk yang disediakan perusahaan. Keberhasilan Telkom sekaligus menjadi bukti komitmen perusahaan untuk dapat sejajar dengan perusahaan kelas dunia dalam melayani pelanggan dan masyarakat secara optimal. "Ini menjadi amanah bagi kami supaya terus berinovasi, berkolaborasi, dan menjaga kepercayaan dan kepuasan pelanggan, stakeholder, dan investor,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Brand Finance Global 500 merupakan pemeringkatan valuasi merek yang rutin disusun Brand Finance setiap tahunnya. Dalam menyusun daftar ini, Brand Finance menilai lebih dari 5 ribu di 26 negara dan mencakup 29 sektor. Adapun perolehan nilai merek menggunakan metodologi yang menilai brand impact dan brand strength.

Sementara itu, brand strength diukur dari balance score card matrix antara marketing investment, stakeholder equity, and business performance. Telkom pun meraih peringkat pertama sebagai Indonesia’s Most Valuable Brand 2021.

Sejalan dengan pencapaian nilai merek tersebut, pada Selasa, 8 Februari 2022, Telkom menerima penghargaan peringkat pertama Indonesia’s Most Valuable Brand 2021 di mana valuasi Telkom mampu melampaui nilai merek-merek perusahaan lainnya di Indonesia.

Telkom tercatat memiliki brand rating AAA dan Brand Strength Index (BSI) merek Telkom 87,1 dari 100. Hal ini membuat emiten telekomunikasi pelat merah itu menjadi perusahaan telekomunikasi digital dengan merek paling kuat di Indonesia.

“Atas nama direksi dan seluruh karyawan Telkom kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan penghargaan Indonesia’s Most Valuable Brand 2021. Pencapaian ini menjadi motivasi bagi Telkom dalam menjalani peran sebagai digital telco terdepan," ungkap Ririek.

SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom Ahmad Reza menambahkan bahwa perseroan akan terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas serta nilai brand perusahaan demi memantapkan posisi perusahaan sebagai digital telko kelas dunia.

Hingga kuartal III-2021, Telkom membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp 18,9 triliun atau tumbuh 13,1% secara tahunan. Pendapatan konsolidasian perusahaan tumbuh 6,1% secara tahunan menjadi Rp 106 triliun.

Pada saat yang sama laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi (EBITDA) perseroan juga tumbuh 8,1% YoY menjadi Rp 57,9 triliun. Termasuk margin EBITDA dan margin laba bersih yang meningkat menjadi 54,6% dan 17,8% pada periode tersebut.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia