Jumat, 15 Mei 2026

Akuisisi Perusahaan, Pyridam Farma (PYFA) Bakal Terbitkan Obligasi Rp 400 M

Penulis : Investor Daily
12 Feb 2022 | 06:42 WIB
BAGIKAN
PT Pyridam Farma Tbk. Foto: IST.
PT Pyridam Farma Tbk. Foto: IST.

JAKARTA,investor.id - PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) bakal menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I-2022 dengan jenis Obligasi tanpa warkat senilai Rp 400 miliar. Dana hasil obligasi tersebut diantaraknya akan digunakan untuk mengakuisisi perusahaan dan brand kesehatan.

Berdasarkan prospektus, dana dari hasil obligasi tersebut ddigunakan untuk mengakuisisi sekitar 88,90% akan digunakan perseroan untuk akuisisi perusahaan dan brand kesehatan. Sedangkan sisanya atau sekitar 8,33 % digunakan perseroan untuk pembelian mesin yang akan digunakan di daerah Hanjawar. Serta, sekitar 1,94% untuk pembaruan teknologi dan sekitar 0,83% untuk pembangunana gedung.

Obligasi Berkelanjutan I Tahap I-2022 tersebut memiliki tenor selama lima tahun. Dengan pembayaran bunga obligasi terhitung dari tanggal emisi akan dilakukan pada 7 Juni 2022, pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo pada tanggal 7 Maret 2022. Sementara itu, pendistribusian obligasi (tanggal emisi) diharapkan terlaksana pada 7 Maret 2022, sehingga pencatatan obligasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat dilakukan pada 8 Maret 2022.

ADVERTISEMENT

Total dana yang akan dihimpun oleh PYFA melalui penerbitan Obligasi Berkelanjutan I adalah sebesar Rp 1,2 triliun, yang telah mendapatkan peringkat idBBB+ (Triple B Plus) dari PT Kredit Rating Indonesia. Diharapkan obligasi ini mendapatkan penyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 24 Februari 2022.

Pada aksi korporasi ini, Pyridam Farma telah menunjuk PT Aldiracita Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. Penawaran umum obligasi direncanakan berlangsung pada 1 Maret 2022 dan waktu penjatahan pada 2 Maret 2022.

"Saat ini, perseroan dalam tahap eksplorasi terkait dengan perusahaan sasaran. Pertimbangan perseroan dalam rencana melakukan akuisisi di bidang usaha lainnya atau pun sebuah brand, termasuk food and beverages adalah untuk memperkuat segmen bisnis perseroan," tulis manajemen Pyridam Farma dalam prospektus. (CO1)

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 19 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 21 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia