Akulaku Raih Pendanaan US$ 100 Juta dari Siam Commercial Bank
JAKARTA, investor.id – Akulaku, platform perbankan dan keuangan digital terkemuka di Asia Tenggara, meraih investasi strategis senilai US$ 100 juta dari Siam Commercial Bank (SCB), bank terbesar di Thailand.
Kesepakatan itu menyusul keberhasilan Akulaku dalam meraih pendanaan sebesar US$ 125 juta pada 2021. Adapun anak usaha Akulaku, yaitu PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) atau BNC, juga memperoleh dana sekitar US$ 175 juta dari hasil rights issue di Bursa Efek Indonesia pada kuartal IV-2021.
Didirikan pada 2016, Akulaku telah berkembang menjadi platform Buy Now Pay Later (BNPL) dan pembiayaan konsumen terbesar di Indonesia, dengan penyaluran kredit lebih dari US$ 2,2 miliar pada 2021 kepada lebih dari 6 juta pengguna. Berangkat dari kesuksesan itu, BNC meluncurkan layanan mobile digital banking pada Maret 2021, dan kini menjadi bank digital dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia dengan lebih dari 13 juta pengguna saat ini.
Akulaku siap untuk lebih mempercepat transformasi digital pada ritel di Asia Tenggara. Perusahaan akan menyediakan pasar baru dengan akses ke layanan perbankan yang fleksibel. “Kami mendirikan Akulaku untuk memenuhi kebutuhan keuangan sehari-hari dari pelanggan yang kurang terlayani di pasar negara berkembang,” kata CEO Akulaku William Li dalam keterangan resmi, Selasa (15/2).
Dia menegaskan, putaran pendanaan baru-baru ini akan memungkinkan Akulaku untuk melanjutkan visi tersebut dengan lebih memperluas jangkauan geografis dari penawaran perusahaan di seluruh Asia Tenggara. “Dan, memungkinkan kami untuk terus memperkenalkan inovasi baru guna melayani pelanggan kami,” tuturnya.
Sementara itu, President Siam Commercial Bank, Dr. Arak Sutivong mengatakan, investasi di Akulaku menandai komitmen berkelanjutan dan keyakinan kuat terhadap prospek jangka panjang Indonesia sebagai salah satu ekonomi digital dengan pertumbuhan tercepat di kawasan. Akulaku memiliki posisi pasar yang dominan dan memiliki posisi yang baik dengan teknologi inovatif dan penawaran produk unggulan.
“Kami sangat antusias dengan investasi di perusahaan ini dan berharap dapat memanfaatkan keahlian mendalam kami di sektor jasa keuangan Thailand untuk mendukung ekspansinya. Investasi di Akulaku sesuai dengan tesis regional kami untuk melayani pasar yang kurang terlayani dengan menggunakan inovasi digital. Kami berharap dapat bermitra dengan Akulaku seiring dengan pertumbuhan perusahaan,” jelas dia.
Adapun Morgan Stanley bertindak sebagai penasihat keuangan eksklusif untuk Akulaku sehubungan dengan transaksi tersebut. Sedangkan Kirkland & Ellis International LLP bertindak sebagai penasihat hukum untuk Akulaku terkait dengan transaksi tersebut.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler


