Jumat, 15 Mei 2026

Masih Murah, Saham Bumi Minerals (BRMS) Layak Dikoleksi

Penulis : Investor Daily
17 Feb 2022 | 16:08 WIB
BAGIKAN
Aktivitas di tambang emas PT Citra Palu Minerals (CPM), anak usaha PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). (Foto: Perseroan)
Aktivitas di tambang emas PT Citra Palu Minerals (CPM), anak usaha PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT Panin Sekuritas menilai saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) layak untuk dikoleksi karena harganya yang tergolong murah jika dibandingkan kompetitornya. Ada beberapa sentimen yang mempengaruhi pergerakan saham tersebut.

Equity Analyst Panin Sekuritas Timothy Wijaya menjelaskan, Bumi Minerals saat ini melakukan beberapa ekspansi seperti pembangunan pabrik pengolahan bijih emas, serta membangun infrastruktur pendukung kegiatan penambangan melalui anak usahanya, yakni PT Citra Palu Minerals (CPM) dan PT Gorontalo Minerals (GM).

Bumi Minerals juga sedang membangun pabrik pengolahan bijih emas kedua dengan kapasitas 4.000 ton/hari dengan target beroperasi komersial pada akhir kuartal II-2022. Nantinya, kapasitas produksi akan meningkat sebanyak 8 kali menjadi 4.500 ton/hari pada kuartal III-2022.

ADVERTISEMENT

“Kami menilai positif proses ekspansi perseroan yang agresif, disertai dengan valuasi yang tergolong discount dibandingkan peers dengan price to book value (PBV) 1,3 kali atau lebih murah 54% dari kompetitor yang mencapai 2,9 kali,” tulis Timothy dalam risetnya, Kamis (17/2).

Sentimen lainya yang mempengaruhi adalah alokasi belanja modal yang cukup besar. Bumi Minerals telah melakukan rights issue sebesar Rp 3,2 triliun, yakni sebesar Rp 1,6 triliun pada April 2021 dan Rp 1,6 triliun pada Januari 2022.

Namun di tengah berbagai ekspansi tersebut, ada beberapa risiko yang masih perlu diperhatikan dari BRMS. Risiko tersebut adalah pendanaan untuk proyek PT Dairi Prima Mineral (DPM). Selain itu, adanya ketidakpastian pendapatan perseroan yang baru akan meningkat pada 2024.

“Bumi Minerals masih memiliki hambatan pendanaan untuk proyek pertambangan seng dan timah hitam di DPM, serta hutang kepada Aneka Tambang yang belum terselesaikan. Selebihnya, perseroan baru akan mencatatkan peningkatan pendapatan yang eksponensial pada 2024 setelah kapasitas produksi mencapai titik maksimal,” kata Timothy.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 43 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia