Jumat, 15 Mei 2026

Wow, IHSG Tembus Rekor Lagi Nih!

Penulis : Indah Handayani
18 Feb 2022 | 11:40 WIB
BAGIKAN
Pekerja membersihkan patung Banteng Wulung yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Pekerja membersihkan patung Banteng Wulung yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.id - Dibuka menguat 2,4 poin (0,04 %) di level 6.837,51, indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali tembus rekor pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (18/2). IHSG melesat 54,57 poin (0,8%) hingga mencapai rekor tertinggi baru di level 6.889,69.

IHSG bergerak sempat di zona merah hingga akhirnya kembali menghijau dengan rentang 6.812-6.891. Sebelumnya, rekor all time high (ATH) penutupan di level 6.850,19 (penutupan sesi II) dan intraday di posisi 6.857 yang terjadi pada 16 Februari 2022.

Sebanyak lebih dari 16,36 miliar saham telah diperdagangkan selama sesi I. Dengan nilai perdagangan sekitar Rp 6,66 triliun, dan frekuensi perdagangan mencapai 947.357 juta kali transaksi. Sebanyak 281 saham mencatatkan kenaikan, 209 saham terkoreksi, dan 179 saham stagnan.

ADVERTISEMENT

Pada akhir perdagangan sesi I, seluruh saham-saham kompak mencatatkan kenaikan. Sehingga mampu menopang pergerakan IHSG untuk menanjak hingga mencapai rekor baru. Berdasarkan data IDX, pada pukul 11.20 WIB, LQ45 naik 0,66%, saham unggulan yang tergabung dalam indeks syariah atau JII melesat 0,88%. Sedangkan saham unggulan yang tergabung dalam Investor33 terkerek 0,62%.

Tidak hanya itu, mayoritas sektor saham juga mengalami kenaikan pada sesi I. Kenaikan tertinggi dialami IDX Sector Infrastructure 2,09%, IDX Sector Consumer Cyclicals 1,32% %, IDX Sector Transportations & logistic 1,09%, dan IDX Sector Basic Materials 1,06%, dan IDX Sector Industry 0,98%.

Pada akhir perdagangan sesi I, investor asing aktif melakukan transaksi beli bersih (net buy) diseluruh pasar sebesar Rp 359,83 miliar. Sedangkan saham-saham yang banyak diincar asing adalah PT Bank Jago Tbk (ARTO) sebesar Rp 106,8 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 37,9 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebanyak Rp 23,8 miliar, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencapai Rp 22,7 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp 15,3 miliar.

Sementara itu, bursa saham Asia terpantau bergerak mixed. Nikkei Jepang terpukul -0,29%, Hang Seng Hong Kong terkoreksi -0,48%. Sedangkan, Straits Time Singapura naik 0,04% dan Shanghai yang mencatatkan kenaikan sebesar 0,01%.

Bursa Amerika Serikat ditutup Melemah. Dow Jones ditutup 34,312.03 (-1.78%), NASDAQ ditutup 13,716.72 (-2.88%), S&P 500 ditutup 4,380.26 (-2.12%). Bursa Saham Wall Street Kembali melemah dan mencatatkan penurunan terbesar dalam dua minggu. Sektor teknologi dan layanan komunikasi yang berorientasi pada pertumbuhan termasuk yang paling terpukul. Sektor Keuangan juga menurun karena imbal hasil US Treasury bergerak lebih rendah.

Pelemahan ini merespon pasukan Ukraina dan pemberontak pro-Moskow saling tembak di Ukraina timur. Presiden AS Joe Biden mengatakan, ada indikasi bahwa Rusia berencana untuk menyerang dalam beberapa hari ke depan. Perkembangan di Ukraina ini telah menambah ketidakpastian tentang jalur pengetatan rencana Federal Reserve untuk memerangi inflasi.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia