Jumat, 15 Mei 2026

Pilarmas: Volatilitas Masih Tinggi, IHSG Berpeluang Menguat Terbatas

Penulis : Indah Handayani
24 Feb 2022 | 07:49 WIB
BAGIKAN
Karyawan melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Karyawan melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.id – Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) berdasarkan analisa teknikal, berpeluang bergerak menguat terbatas pada perdagangan Kamis (24/2). IHSG diperkirakan akan diperdagangkan pada level 6.867-7.012

Pada perdagangan Rabu (23/2), IHSG menguat +58 poin atau +0,85% menjadi 6.920. Sektor infrastructures, technology, industrials, healthcare, financials bergerak positif dan mendominasi kenaikan IHSG kali ini. Investor asing di seluruh pasar membukukan pembelian bersih sebesar Rp 903 miliar.

“IHSG Berpeluang menguat terbatas. Volatilitas masih tinggi, jadi tetap hati-hati ya,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya.

Pilarmas Investindo Sekuritas menilai pelaku pasar masih mencermati kebijakan yang diambil negara dalam menghadapi kenaikan suku bunga The Fed. Terbaru, Bank Sentral Selandia Baru, kembali beraksi dengan mengejutkan pasar dengan menaikkan tingkat suku bunga dalam pertemuan Bank Sentral yang terjadi selama 3x berturut turut.

ADVERTISEMENT

Bahkan Bank Sentral Selandia Baru memberikan isyarat akan kembali menaikkan lebih jauh dari yang diperkirakan sebelumnya untuk menahan inflasi yang terus mengalami kenaikkan. Alhasil, tentu saja apa yang dilakukan oleh Bank Sentral Selandia Baru, semakin mendorong imbal hasil obligasi mengalami kenaikkan.

“Selandia Baru sudah menaikkan tingkat suku bunga lebih banyak dari sebelumnya, begitupun

dengan negara negara lain. Bank Sentral Indonesia sendiri masih nyaman di levelnya saat ini, bahkan inflasi sedang berada masih jauh dibawahnya. Kira-kira, kapan ya Bank Sentral Indonesia akan menaikkan tingkat suku bunga? Yuk kita nantikan!,” tambah Pilarmas Investindo Sekuritas.

Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan pelaku pasar juga tengah mencermati pernyataan Kementerian Keuangan yang menilai pemulihan ekonomi masih kuat di tengah lonjakan kasus Covid-19 akibat penyebaran varian Omicron. Pertumbuhan ekonomi kuartal I diprediksi masih mampu tumbuh di atas 5%, sedangkan ekonomi keseluruhan tahun ditaksir tumbuh 4,8% hingga 5,5%.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, masih terus memantau dan mengantisipasi dampak dari eskalasi kasus Omicron masih. Meski demikian, ia memperkirakan dampaknya akan relatif terbatas terhadap perekonomian seiring cakupan vaksinasi dan kemampuan adaptasi masyarakat. Ia menilai tren pemulihan ekonomi masih akan terus berlanjut, tercermin dari pergerakan positif sejumlah indikator utama perekonomian.

“Kami melihat pemulihan ekonomi saat ini masih kuat meski terjadi lonjakan kasus. Kami memperkirakan ekonomi kuartal pertama tumbuh di atas 5%. Semua indikator menunjukkan perbaikan meskipun terjadi lonjakan Omicron. Kami melihat pertumbuhan ekonomi tahun ini masih akan kuat,” kata Pilarmas Investindo Sekuritas.

Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham-saham pilihan untuk diperdagangkan pada Kamis (24/2), yaitu ICBP, PWON, ANTM, BSDE, DSNG.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia