Jumat, 15 Mei 2026

Saham Pilihan untuk Trading 24 Februari dan Target Harganya

Penulis : Indah Handayani
24 Feb 2022 | 08:14 WIB
BAGIKAN
Pergerakan saham terlihat di layar monitor di salah satu galeri sekuritas di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Pergerakan saham terlihat di layar monitor di salah satu galeri sekuritas di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.id – Pada perdagangan Kamis (24/2), analis kompak memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) akan menguat. Namun, penguatan tersebut akan terjadi terbatas, mengingat volatilitas yang masih tinggi. Akankah kembali pecahkan rekor pada perdagangan hari ini?

Pada perdagangan Rabu (23/2), IHSG ditutup kembali pecahkan rekor All Time High (ATH) setelah mencatatkan kenaikan 58,06 poin (0,85%) di level 6.920,05.

Bursa Amerika Serikat ditutup Melemah. Dow Jones ditutup 33,131.76 (-1.38%), NASDAQ ditutup 13,037.49 (-2.57%), S&P 500 ditutup 4,225.50 (-1.84%). Indeks acuan Wall Street berakhir turun tajam pada perdagangan Rabu mencapai level terendah sepanjang tahun 2022 ini karena Ukraina mengumumkan keadaan darurat dan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan invasi Rusia ke Ukraina masih berpotensi terjadi.

ADVERTISEMENT

Departemen Luar Negeri AS menambahkan bahwa Washington belum melihat indikasi Rusia mundur. Sementara Gedung Putih mengatakan Presiden Joe Biden tidak berniat mengirim pasukan AS untuk berperang di Ukraina. Di sisi lain, Investor juga khawatir tentang kemungkinan pengetatan agresif oleh Federal Reserve untuk memerangi inflasi.

Kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan Rusia-Ukraina juga direspon oleh mayoritas saham Asia-Pasifik yang dibuka terkoreksi pada perdagangan Kamis pagi (27/2). S&P/ASX 200 Australia turun 2,19%. Nikkei 225 di Jepang turun 0,72%, sedangkan Topix turun 0,46%. Di Korea Selatan, Kospi turun 1,34%. Bank of Korea akan mengadakan pertemuan pada hari Kamis. Di sisi pendapatan, Alibaba akan melaporkan pendapatan kuartal ketiganya di akhir Asia.

Melihat berbagai hal tersebut, beberapa analis memberikan rekomendasi saham pilihan untuk trading pada 24 Februari dan target harganya.

Dimulai dari analis dari Mandiri Sekuritas yang memberikan saham-saham pilihan, yaitu

LSIP

Rekomendasi : Buy

Harga Penutupan : 1.430

Target Harga : 1.480

Stop loss/reversal : 1.390

Support: 1.390

Resistance: 1.390

AALI

Rekomendasi : Buy

Harga Penutupan : 11.475

Target Harga : 12.000

Stop loss/reversal : 11.000

Support: 11.000

Resistance: 12.000

INKP

Rekomendasi : Buy

Harga Penutupan : 8.250

Target Harga : 8.750

Stop loss/reversal : 7.900

Support: 7.900

Resistance: 8.250

TKIM

Rekomendasi : Buy

Harga Penutupan : 7.350

Target Harga : 7.800

Stop loss/reversal : 7.100

Support: 7.100

Resistance: 7.800

ENRG

Rekomendasi : Buy

Harga Penutupan : 170

Target Harga : 179

Stop loss/reversal : 165

Support: 165

Resistance: 179

JPFA

Rekomendasi : Buy

Harga Penutupan : 1.625

Target Harga : 1.740

Stop loss/reversal : 1.590

Support: 1.590

Resistance: 1.740

Sementara itu, Analis Pilarmas Investindo Sekuritas memberikan beberapa saham pilihan yang bisa dicermati pada hari ini, yaitu

ANTM

Last Price : 2.200

Support : 2.120

Resistance : 2.290

PWON

Last Price : 456

Support : 440

Resistance : 478

ICBP

Last Price : 8.700

Support : 8450

Resistance : 8.900

BSDE

Targetkan prapenjualan alias marketing sales 2022 sebesar Rp 7,7 triliun.

Last Price: 940

PER: 16,06 x

PBV: 0,56x

Support: 910

Resistance: 985

Target: 850(short term) 810 (long term)

Exit: 1.000(short term)1.250 (long term)

DSNG

Bukukan laba tahun 2021 sebesar Rp 740 miliar.

Last Price: 645

PER: 9,40x

PBV : 0,97x

Support: 605

Resistance: 710

Target: 700 (short term) 740 (long term)

Exit: 600 (short term) 600 (long term)

Sementara itu, Artha Sekuritas Indonesia merekomendasaikan saham-saham pilihan yang bisa dicermati pada perdagangan hari ini, yaitu

BBCA

Candlestick membentuk higher high dan higher low dengan stochastic melebar setelah membentuk goldencross mengindikasikan potensi penguatan.

Target Price: 8.200 – 8.300

Entry Level: 7.950 – 8.050

Stop Loss: 7.900

ADRO

Candlestick membentuk higher high dan higher low dengan stochastic melebar setelah membentuk goldencross mengindikasikan potensi penguatan.

Target Price: 2.420 – 2.470

Entry Level: 2.300 -2.350

Stop Loss: 2.280

ASII

Candlestick membentuk higher high dan higher low dengan stochastic melebar setelah membentuk goldencross mengindikasikan potensi penguatan. Target Price/Entry Level/Stop Loss upgraded.

Target Price: 5.850 – 5.950

Entry Level: 5.650 – 5.725

Stop Loss: 5.600

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia