Duh, IHSG Bikin Deg-degan di Sejam Perdagangan
JAKARTA, investor.id – Dibuka terperosok 7,59 poin (-0,11%) di level 6.912,47, indeks harga saham gabungan (IHSG) bikin deg-degan karena sempat menyentuh zona hijau, tapi akhirnya memerah lagi pada sejam perdagangan, Kamis (24/2). IHSG tercatat turun 1,89 poin (0,03%) di level 6.918,16. IHSG pun bergerak di rentang 6.892 – 6.929.
Berdasarkan data RTI, sebanyak 8,64 miliar lebih lembar saham telah diperdagangkan pada sejam perdagangan. Dengan nilai perdagangan sebesar Rp 4,85 triliun, dan frekuensi perdagangan mencapai 585.722 kali transaksi. Tercatat sebanyak 195 saham mengalami kenaikan, 284 saham diperdagangkan menurun. Sedangkan 170 saham stagnan.
Pada sejam perdagangan, mayoritas saham unggulan bergerak naik. Berdasarkan data IDX, pukul 09.45 WIB, saham yang tergabung dalam LQ45 terkerek 0,11% dan JII naik 0,17%. Sayangnya, saham-saham unggulan yang masuk dalam Investor33 terpuruk -0,03%.
Sementara itu, sebagian besar sektor saham tercatat masih mengalami kenaikan. Kenaikan tertinggi terjadi pada IDX Sector Industry 1,57%, IDX Sector Energy 1,24%, IDX Sector Technology 0,25%, IDX Sector Finance 0,11%, dan IDX Sector Consumer Non Cyclicals 0,08%
Pada sejam perdagangan, investor asing tercatat melakukan transaksi beli bersih (net buy) di seluruh pasar sebesar Rp 212,92 miliar. Lima saham terbanyak diborong asing adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 86,9 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp 58,2 miliar, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) sebesar Rp 41,6 miliar, PT Harum Energy Tbk (HRUM) mencapai Rp 22,9 miliar, dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencapai Rp 20,9 miliar.
Pelaku pasar masih mencermati kondisi eskalasi Rusia-Ukraina. Terakhir, Ukraina mengumumkan keadaan darurat dan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan invasi Rusia ke Ukraina masih berpotensi terjadi. Departemen Luar Negeri AS menambahkan bahwa Washington belum melihat indikasi Rusia mundur. Sementara Gedung Putih mengatakan Presiden Joe Biden tidak berniat mengirim pasukan AS untuk berperang di Ukraina. Di sisi lain, Investor juga khawatir tentang kemungkinan pengetatan agresif oleh Federal Reserve untuk memerangi inflasi.
Hal ini bahkan sanggup membuat bursa Amerika Serikat ditutup Melemah semalam. Dow Jones ditutup 33,131.76 (-1.38%), NASDAQ ditutup 13,037.49 (-2.57%), S&P 500 ditutup 4,225.50 (-1.84%). Indeks acuan Wall Street berakhir turun tajam pada perdagangan Rabu mencapai level terendah sepanjang tahun 2022.
Hal serupa juga terjadi pada mayoritas saham Asia-Pasifik yang dibuka terkoreksi pada perdagangan Kamis pagi (27/2). S&P/ASX 200 Australia turun 2,19%. Nikkei 225 di Jepang turun 0,72%, sedangkan Topix turun 0,46%. Di Korea Selatan, Kospi turun 1,34%. Bank of Korea akan mengadakan pertemuan pada hari Kamis. Di sisi pendapatan, Alibaba akan melaporkan pendapatan kuartal ketiganya di akhir Asia.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






