Oh No! Putin Umumkan Operasi Militer, IHSG Terjun Bebas
JAKARTA, investor.id – Dibuka terperosok 7,59 poin (-0,11%) di level 6.912,47, indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali terjun bebas pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (24/2). Penurunan ini disinyalir terjadi karena adanya pengumuman Presiden Rusia Vladimir Putin yang menggelar operasi militer di Ukraina. Alhasil, IHSG tercatat turun 112,61 poin (-1,63%) di level 6.807,443. IHSG pun bergerak di rentang 6.782 – 6.929.
Sebanyak lebih dari 20,34 miliar saham telah diperdagangkan selama sesi I. Dengan nilai perdagangan sekitar Rp 11,7 triliun, dan frekuensi perdagangan mencapai 1,33 kali transaksi. Sebanyak 81 saham mencatatkan kenaikan, 501 saham terkoreksi, dan 89 saham stagnan.
Pada penutupan perdagangan sesi I, seluruh saham unggulan bergerak merosot. Berdasarkan data IDX, pukul 11.25 WIB, saham yang tergabung dalam LQ45 terkoreksi -1,45%, JII jatuh -1,73%, dan Investor33 turun -1,56%.
Hal serupa juga terjadi pada mayoritas sektor saham yang memerah. Kenaikan tertinggi terjadi pada IDX Sector Transportation & Logistic -3,64%, IDX Sector Consumer Cyclicals -2,91%, IDX Sector Technology -2,75%, IDX Sector Basic Material -2,25%, dan IDX Sector Property -2,16%
Meski IHSG merosot, pada akhir perdagangan sesi I, investor asing masih tercatat melakukan transaksi beli bersih (net buy) di seluruh pasar sebesar Rp 669,42 miliar.Lima saham terbanyak diborong asing adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp 167,5 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 145,3 miliar, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencapai Rp 54,1 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp 48,5 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) senilai Rp 46,3 miliar.
Pergerakan IHSG juga senada dengan seluruh bursa saham Asia terpantau memerah. Nikkei Tokyo turun -2,21%, Hang Seng Hong Kong terpuruk -3,11%, Shanghai terkoreksi 0,89%, dan Straits Time Singapura terpuruk -2,8%.
Terpuruknya IHSG terjadi menyusul keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin menggelar operasi militer di Ukraina pada Kamis (24/2). Tidak hanya itu, Putin juga mengingatkan negara lain yang menginterferensi langkah usia tersebut akan menghadapi 'konsekuensi yang mereka belum pernah lihat'.
Putin mengatakan serangan itu diperlukan untuk melindungi warga sipil di Ukraina Timur. Klaim yang telah diprediksi Amerika Serikat (AS) bahwa Putin akan menggunakan alasan tersebut untuk membenarkan sebuah invasi.
Dalam pidato yang disiarkan televisi, Putin menuduh AS dan sekutunya mengabaikan permintaan Rusia untuk mencegah Ukraina bergabung dengan NATO dan menawarkan jaminan keamanan kepada Moskow. Dia mengatakan tujuan Rusia bukan untuk menduduki Ukraina.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






