Belum Pulih, Saham Adhi Properti (ADCP) sampai ARB di Sesi I
JAKARTA, investor.id – Saham PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) kembali anjlok 6,56% terkena auto reject bawah (ARB) ke Rp 114 pada sesi I perdagangan Kamis (24/2).
Saham ADCP dibuka sejak awal memerah di Rp 120 dan sempat bergerak ke level tertinggi di Rp 126, namun kemudian anjlok ditutup memerah pada sesi I.
Sebagaimana diketahui, ADCP resmi mencatatkan perdana sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (23/2). Adapun saat initial public offering (IPO), ADCP melepas 2,22 miliar saham dengan harga Rp 130 per saham.
Namun, pada penutupan perdagangan Rabu (23/2) saham ADCP ambles 6,15% ke Rp 122 per saham hampir terbentur batas auto reject bawah (ARB).
Sebelumnya, Analis Pasar Modal Riska Afriani menilai, penyebab penurunan di hari pertama saham ADCP karena tingginya aksi jual yang dilakukan oleh beberapa pihak sehingga membuat juga investor lain panic selling.
Sementara itu, Direktur Utama Adhi Commuter Properti, Rizkan Firman sempat mengatakan, IPO ini sebenarnya menjadi momen penting bagi Adhi Commuter Properti yang menempatkannya sebagai perusahaan publik. Kini ADCP memiliki akses keuangan dan jejaring bisnis yang terbuka lebar sehingga perusahaan dapat mengoptimalkan peluang pasar yang bertumbuh cepat khususnya untuk mempermudah mobilitas masyarakat agar lebih efektif dan efisien.
“Melalui IPO ini, ADCP telah menyiapkan strategi yang matang dan terintegrasi untuk jangka pendek, menengah dan panjang. Kami optimistis, bisnis ADCP akan terus berkembang seiring dukungan dari induk usaha kami, PT Adhi Karya Tbk yang telah memiliki track record yang baik dan salah satu perusahaan BUMN terpercaya,” tambah Rizkan.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

