Jumat, 15 Mei 2026

Perang Rusia-Ukraina Hanya Berdampak Jangka Pendek Bagi IHSG

Penulis : Indah Handayani
24 Feb 2022 | 17:06 WIB
BAGIKAN
Karyawan melintas di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Karyawan melintas di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, Investor.id - Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee menyebut, perang Rusia-Ukraina yang pecah saat ini hanya akan berdampak jangka pendek bagi indeks harga saham gabungan (IHSG). Sebab diprediksi perang hanya akan terjadi antara dua negara itu saja, sehingga kemungkinan tidak akan meluas dan membesar. Alhasil, IHSG pun masih berpotensi untuk rebound.

Hans menilai NATO tidak beraksi dan enggan melakukan pengiriman pasukan dalam perang ini. Sehingga kecil kemungkinan perang dunia ketiga akan terjadi. Sebab, yang terjadi di Ukraina itu bermula dari sparatis pemberontak Ukraina di dua wilayah yang memerdekakan diri dan pro Rusia. Kedua wilayah tersebut adalah Donestsk-Luhansk. Serangan yang dilakukan Rusia saat ini pun mirip seperti model yang terjadi pada 2014, yaitu proses pengambilan dengan paksa wilayah keseluruhan semenanjung Krimea oleh Rusia. Saat itu pun, Rusia mengalami sanksi yang banyak dan besar dari Uni Eropa.

Intinya, Hans menyebut saat ini Rusia mendukung kemerdekaan mereka. Serta, Rusia merasa sebagai pasukan perdamaian mengerahkan pasukannya menjaga perdamaian daerah tersebut. Mengingat pemberontak tersebut usai diakui, sekarang dibekingi Rusia. “Jadi kalau tentara Ukraina datang, yang menghadang adalah Rusia. Hal ini menunjukan perangnya hanya akan terbatas dan bukan perang dunia. NATO tidak akan mengirimkan pasukannya,” jelas Hans kepada Investor Daily, Kamis (24/2).

ADVERTISEMENT

Dengan adanya perang ini, Hans menilai akan lebih berdampak pada kenaikan harga komoditas dunia. Hal ini mengingat kedua negara tersebut, yaitu Ukraina dan Rusia, merupakan penghasil alumunium, gandum, nikel, paladium, dan minyak yang sangat besar. Kemungkinan, komoditas-komoditas tersebut akan terkena sanksi. Namun, soal minyak, kecil kemungkinan akan disanksi oleh Uni Eropa (UE). Mengingat minyak dari Rusia merupakan sumber utama untuk UE.  

Menurut Hans, kemungkinan yang terjadi malah Rusia yang akan mengurangi pasokan minyak dan gas ke UE. Sehingga akan mendorong harga minyak dan gas naik. Sedangkan dampaknya kepada IHSG, hanya akan terjadi dalam jangka pendek saja. Pada awal-awal, tentu saja akan bereaksi dan melemah akibar dampak psikologis saja. “Hal itu karena pelaku pasar khawatir melihat kondisi perekonomian global atas perang tersebut. Setelah itu, IHSG baru akan kembali rebound. Tapi dengan catatan juga perang tidak akan melebar kemana-mana,” tambahnya.

Meski demikian, Hans menilai IHSG masih akan cenderung tertekan hingga akhir pekan ini. IHSG pun akan kembali menembus level support. Ia memprediksi IHSG akan bergerak di support 6.532-6.698 dan resistance 6.900-7.000. Sedangkan untuk sektor yang terpuruk, hampir dipasntikan semua sektor dalam tekanan. “Namun, kemungkinan yang masih akan diuntungkan pada kondisi ini adalah saham di sektor komoditas. Mengingat harga komoditas yang terus naik,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan analis Kiwoom Sekuritas Abdul Azis. Ia mengatakan dampaknya akan ke psikologis dari investornya, sehingga mendorong melakukan panic selling yang membuat IHSG akan turun. Namun, untuk berapa lama dampak ini akan terjadi masih belum dapat diketahui. Saat ini, pelaku pasar masih mengikuti perkembangan tensi dari Rusia dan Ukraina ini. Yang jelas, tensi Rusia dan Ukraina ini akan menaikan harga komoditas seperti minyak jadi yang akan terpuruk atau emiten yang memiliki beban terhadap minyak. Sedangkan yang akan naik dari sektor energi dan minyak.

“Kita belum tahu untuk anjloknya ke berapa karena msih mengikuti hingga berapa lama tensi Rusia dan Ukraina ini. jika tensi mereda tidak menutup kemungkinan IHSG akan rebound kembali,” tutupnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia