Kamis, 14 Mei 2026

Masuk Bisnis Kendaraan Listrik, Trimegah Sekuritas Kembali Rekomendasikan Saham Indika Energy (INDY)

Penulis : Gita Rossiana
25 Feb 2022 | 11:05 WIB
BAGIKAN
Indika Energy. Foto: Perseroan.
Indika Energy. Foto: Perseroan.

JAKARTA, investor.id - PT Trimegah Sekuritas merekomendasikan kembali saham PT Indika Energy Tbk (INDY) dengan target harga Rp 3.000. Target harga ini mencerminkan diskon 15% dan upside 58%.

Menurut Trimegah Sekuritas, pihaknya merekomendasikan INDY karena strateginya dalam memanfaatkan kemampuannya dalam bisnis batu batu bara untuk berinvestasi di energi bersih. Selain itu, INDY diperdagangkan dengan price to earning ratio (PER) 3,2 kali dan EV/EBITDA hanya 2 kali. 

"Valuasi kami belum memasukkan bisnis kendaraan listriknya yang mencapai US$ 8 miliar. Kami melihat penjelasan lebih lanjut mengenai bisnis kendaraan listriknya akan sangat diapresiasi pelaku pasar," tulis Trimegah Sekuritas dalam risetnya, Jumat (25/2).

ADVERTISEMENT

Trimegah menilai anak usaha INDY, Kideco bisa menghasilkan Ebitda sebesar US$ 669 juta dan US$ 621 juta pada 2022 dan 2023 yang bisa mendukung arus kas INDY menjadi US$ 82 juta dan US$ 149 juta pada 2022 dan 2023. Dana ini akan diinvestasikan kembali ke bisnis non batu bara seperti pertambangan emas.

"Kami juga menaikkan asumsi harga batu bara dari US$ 105 per ton dan US$ 90 per ton pada 2022 dan 2023 yang didukung oleh inventory yang lebih rendah dan kebutuhan re-stocking yang lebih tinggi untuk ketahanan energi," tulis Trimegah Sekuritas.

Sentimen lain yang mempengaruhi saham INDY adalah kenaikan harga energi global di tengah tensi antara Ukraina dan Rusia serta isu perubahan iklim yang berkepanjangan.

Sementara risiko yang perlu dicermati dari saham INDY adalah penurunan signifikan dari kenaikan harga batu bara. Selain itu, adanya risiko dalam pengembangan bisnis pertambangan emas.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 13 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 31 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia