Sabtu, 20 Juni 2026

Meski Berbalik Menguat, Pasar Kripto Diprediksi Masih Akan Tertekan

Penulis : Lona Olavia
25 Feb 2022 | 14:22 WIB
BAGIKAN
IST
IST

JAKARTA, investor.id- Nilai Bitcoin dan aset kripto lainnya mengalami perubahan harga yang tajam selama 24 jam terakhir di tengah invasi Rusia ke Ukraina pada Kamis (24/2). Kapitalisasi pasar di semua kripto turun ke US$ 1,5 triliun, kehilangan hampir 9%.

Nilai Bitcoin bahkan sempat turun sebanyak 8% hingga menyentuh level terendah dalam sebulan, meskipun begitu BTC ini terpantau telah kembali di atas US$ 38.000 pada Jumat (25/2).

Trader Tokocrypto Afid Sugiono, melihat Bitcoin sedang dalam koreksi singkat setelah ada penurunan tajam. "Pasar keuangan global dan pasar kripto memang terpukul selama 24 jam terakhir, karena invasi Rusia ke Ukraina. Hal tersebut membuat investor berebut dan aksi jual terjadi di sebagian besar kelas aset. Namun, setelah ada informasi sanksi tambahan dari AS, membuat pasar kripto terkoreksi, namun ke depannya masih akan tertekan," kata Afid dalam risetnya, Jumat (25/2).

ADVERTISEMENT

Afid menambahkan banned/freeze asset dan semua sektor ekonomi rusia di Amerika Serikat dan Eropa, membuat Bitcoin jadi salah satu cara alternatif rusia buat menyelesaikan masalah itu. Di samping itu, investor nampaknya getol memborong aset kripto saat harganya tenggelam kemarin. Data Coindesk, menunjukkan bahwa volume trading BTC mencapai rekor tertingginya dalam sebulan terakhir.

Di sisi lain, menurut Afid, saat ini 80 persen market crypto masih terjebak dalam situasi bearish. Ketegangan yang terus terjadi antara Rusia-Ukraina bisa membuat Bitcoin berada di masa yang sulit dan bisa jatuh lebih dalam atau bakal tertahan di antara US$ 30.000-36.800.

Bitcoin diharapkan bisa bergerak menuju level support-nya karena semakin lama harga bertahan di bawah US$ 39.600, semakin besar kemungkinan pergerakan turun. Sementara untuk BTC masuk ke situasi bull harus melewati rintangan overhead di US$ 45.821.

"Overall market masih akan turun sampai bulan Maret. Tapi dari penurunan ini akan ada sedikit pullback, dilihat dari teknikal analisisnya hampir secara keseluruhan aset kripto, baik Bitcoin, Ethereum dan lainnya sudah menunjukan pola reverse cup and handle," ujar Afid.

Afid menjelaskan harga aset kripto masih terkait dengan dominasi Bitcoin. Apabila Bitcoin terus alami penurunan dan tekanan, aset kripto lainnya atau yang biasa disebut altcoin akan bernasib sama atau bahkan lebih buruk. Maka dari itu muncul istilah Bitcoin sebagai Mother of Crypto.

Sementara itu, naik-turunnya pasar kripto juga secara langsung berkaitan dengan penawaran dan permintaan. Peristiwa yang berdampak pada ekonomi secara global menentukan kebutuhan orang untuk membeli atau memiliki aset digital tersebut. Selama periode ketegangan geopolitik, investor cenderung menghindari aset yang bergejolak dan menyimpan uang mereka di aset safe-haven seperti uang tunai dan emas.

Di kala pasar kripto sedang turun, investor beranggapan bahwa saat inilah waktu yang tepat untuk masuk. Namun, hal ini perlu diwaspadai oleh investor, mengingat volatilitas kripto yang masih cukup tinggi dan belum ada katalis positif yang dapat mengangkat kembali performanya, walaupun sudah terlihat akan rebound.

Kembali lagi, investor harus paham risiko investasi aset kripto. Lakukan analisa fundamental dengan mempelajari aset kripto, sebelum berinvestasi. Serta melakukan analisa teknikal untuk menentukan waktu yang tepat dalam membeli, menjual atau take profit aset.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 5 menit yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
International 20 menit yang lalu

Israel Serang Lebanon, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Iran kembali tutup Selat Hormuz usai Israel serang Lebanon, ancam kesepakatan damai dengan AS dan picu krisis energi global.
Lifestyle 1 jam yang lalu

Hotto Gaet Indro Warkop

Brand minuman multigrain Hotto resmi meluncurkan kampanye "Karena Kamu Harus Sehat".
Business 1 jam yang lalu

Gandeng Indomaret, FolaPlay (IRSX) Perluas Akses Hiburan Digital

Folaplay menjalin kerja sama distribusi dengan Indomaret yang dikelola oleh PT Indomarco Prismatama.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Epidemiolog Prediksi Kasus Demam Dengue Meningkat pada 2027

Epidemiolog memprediksi kasus demam berdarah akan meningkat pada 2027. Kondisi ini dipicu oleh cuaca ekstrem dan El Nino.
Market 2 jam yang lalu

DOSS Bagi Dividen 14,8% dari Laba

PT Global Sukses Digital Tbk (DOSS) akan membagikan dividen interim sebesar Rp 5,17 miliar untuk tahun buku 2025.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia