Pilarmas: IHSG Menguat Terbatas, Hati-hati Potensi Koreksi Terbuka Lebar
JAKARTA, investor.id – Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) berdasarkan analisa teknikal, peluang bergerak menguat terbatas. Tapi, hati hati ada potensi koreksi terbuka lebar pda perdagangan Selasa (1/3). IHSG diperkirakan akan diperdagangkan pada level 6.789- 6.980.
“Hati hati ada potensi koreksi terbuka lebar ya, namun apabila data ekonomi di Indonesia bagus, ini akan menjadi bantalan empuk untuk mengalami penguatan,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya.
Pada perdagangan Jumat (25/2), IHSG menguat sebesar +70 poin atau sebesar +1,03% ke level 6.888. Sektor transportation & logistic, financials, healthcare, basic materials, infrastructures, industrials, technology, properties & real estate bergerak positif dan mendominasi kenaikan IHSG hari ini. Investor asing mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp 1,08 miliar.
Pilarmas Investindo Sekuritas menilai pelaku pasar masih berfokus pada invasi Rusia kepada Ukraina yang telah memberikan dampak terhadap prospek pemulihan ekonomi global. Ini merupakan konflik yang paling serius dan terbuka sejak tahun 1945 di Eropa. Sejauh ini, Rusia telah melakukan serangan udara, merebut pangkalan milIter dan maju menuju Kyiv. Ditengah situasi dan kondisi yang menegangkan, minyak sempat melewati US$100 per barel untuk pertama kalinya sejak 2014, dan gas alam mengalami kenaikkan hingga 62%.
Ketika situasi dan kondisi semakin tidak terkendali, pihak Barat mengambil langkah yang tampaknya setengah hati, karena mereka juga harus berhati hati supaya sanksi tersebut tidak berdampak terhadap negara mereka sendiri. Saat ini kerentanan utama yang harus diperhatikan adalah inflasi yang tinggi dan pasar keuangan yang semakin rapuh. Rumah tangga akan menghabiskan lebih banyak uang mereka untuk membeli bahan bakar dan lebih sedikit untuk barang dan jasa lainnya. Hal ini akan mendorong mundur kepercayaan diri akan pemulihan ekonomi dan semakin mempersulit perusahaan untuk mendapatkan dana investasi.
“Seberapa besar hukuman yang diberikan oleh pihak Barat, dampaknya akan ditentukan oleh seberapa besar dan seberapa panjang cakupannya,” tambah Pilarmas Investindo Sekuritas.
Rusia seperti yang dikatakannya kemarin bahwa mereka tidak akan tinggal diam. Skenario pertama apabila perang berakhir dengan cepat, sehingga dapat menghentikan dampak yang akan terjadi diantara Ukraina dan Rusia, sehingga prospek pemulihan ekonomi tetap terjaga. Ini merupakan scenario termudah dan diharapkan untuk saat ini. Dalam scenario kedua, konflik antara Ukraina dan Rusia berkepanjangan yang dimana pihak Barat akan memberikan tekanan yang lebih keras, yang dimana menyebabkan gangguan terhadap ekspor minyak dan gas dari Rusia yang akan memberikan kejutan masalah energi yang lebih besar dan akan menjadi pukulan besar bagi pasar global.
Apabila hal itu terjadi, potensi Bank Sentral Eropa untuk menaikkan tingkat suku bunga di tahun ini mungkin akan menghilang. Apalagi apabila pasokan gas Eropa terputus, memicu resesi, dan tentu saja The Fed akan jauh lebih dovish.
Pilarmas Investindo Sekuritas melihat apabila hal tersebut terjadi, The Fed tidak akan lagi terfokus terhadap pertumbuhan melainkan mempertahankan pertumbuhan tersebut. Namun apabila inflasi kembali mengalami kenaikkan dan tidak terkendali, maka The Fed akan menaikkan tingkat suku bunga, bahkan sekalipun perekonomiannya mengalami pelemahan. Berbagai skenario dan dampak diatas memang akan lebih terasa terhadap negara maju. Namun bagi negara emerging market lainnya, tentu saja tetap akan merasakan dampak dari kenaikkan harga komoditas, seperti makanan pokok, gandum dan energi.
“Emerging Market, sudah fase pemulihan yang paling lambat diantara semuanya, inflasi tinggi dan potensi capital outflow akan memberikan tekanan yang lebih besar terhadap prospek pemulihan ekonomi Emerging Market,” tutup Pilarmas Investindo Sekuritas.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






