Rekor Baru Rp 701 Triliun, Market Cap BRI Bertambah Rp 63,67 Triliun
JAKARTA, Investor.id - Kapitalisasi pasar (market cap) saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) telah naik berkisar Rp 63,67 triliun dari level Rp 638,23 triliun pada akhir tahun lalu menjadi Rp 701,90 triliun atau tertinggi sepanjang sejarah perseroan hingga per 1 Maret 2022. Lonjakan kapitalisasi pasar tersebut sejalan dengan peningkatan harga saham BBRI dalam dua bulan terakhir.
Peningkatan kapitalisasi pasar tersebut sejalan dengan kenaikan harga saham BBRI dalam dua bulan terakhir dari level Rp 4.110 pada akhir 2021 menjadi Rp 4.630 hingga penutupan perdagangan saham Selasa (1/3/2022) atau terjadi kenaikan 12,65%.
Tidak hanya itu, saham BBRI tercatat sebagai saham yang paling diburu pemodal asing sepanjang tahun ini. Hari ini saja, pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham BBRI hingga Rp 416,75 miliar atau net buy terbanyak.
Sebelumnya, analis dari Asosiasi Analis Efek Indonesia Reza Priyambada mengakui, ada pergerakan positif dari saham BBRI pada 2022. Menurutnya, kemampuan manajemen BRI dalam menjaga kinerja yang baik di masa pandemi Covid-19 mendorong sentimen positif di pasar untuk mengapresiasi saham BBRI.
“Faktor pendorong terlihat dari perolehan kinerja operasional BRI yang sangat baik. Adanya peningkatan pertumbuhan pendapatan seiring meningkatnya pertumbuhan penyaluran kredit serta membaiknya kualitas kredit. Selain itu, BRI juga mencatat kenaikan DPK serta beban bunga juga turun,” ujar Reza.
Seperti diketahui, bank dengan jejaring terluas di Tanah Air itu sepanjang 2021 mampu membukukan laba bersih sebesar Rp 32,22 triliun atau tumbuh 75,53% secara year on year (yoy). Penyaluran kredit BRI secara bank only juga tumbuh 7,16% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Presentase tersebut tercatat di atas pertumbuhan industri perbankan nasional yang sebesar 5,24%.
Kemudian, BRI berhasil menjaga kualitas kredit yang disalurkan dengan angka non-performing loan (NPL) atau kredit bermasalah di level 3,08%. Sementara itu, untuk DPK, BRI berhasil menghimpun Rp 1.127,8 triliun atau tumbuh sekitar 7,1% yoy. “Kinerja BRI ke depan akan terus membaik. Dalam kondisi pandemi saja, BRI bisa mencatatkan kinerja yang cemerlang dengan membukukan pertumbuhan. Apalagi jika kondisinya jauh sudah lebih baik,” tambahnya.
Pemerintah pun optimistis tahun ini merupakan masa pemulihan ekonomi. Kondisi yang membaik ini seiring dengan gencarnya vaksinasi yang dipercepat. Dengan berbagai kondisi tersebut, Reza mematok target harga BBRI Rp 5.500.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






