Jumat, 15 Mei 2026

Laba Bersih Mitratel Ngacir, Sahamnya Ngikut Nggak Nih?

Penulis : Harso Kurniawan
10 Mar 2022 | 19:43 WIB
BAGIKAN
Karyawan melintas di depan monitor perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR
Karyawan melintas di depan monitor perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

JAKARTA, Investor.id – Laba bersih PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel/MTEL) melesat 129% menjadi Rp 1,4 triliun pada 2021. Apakah sahamnya bakal ikutan ngacir?

BCA Sekuritas menilai, ledakan laba bersih Mitratel tahun lalu disebabkan naiknya laba usaha, ditopang bertambahnya jumlah tenant menjadi sekitar 42 ribu. Adapun total menara telekomunikasi perseroan mencapai 28 ribu, setelah mengakuisisi 4.000 menara Telkomsel, Agustus 2021.

“Akuisisi menara telekomunikasi Telkomsel membuat pendapatan dan EBITDA tumbuh dua digit. Ini membuka jalan bagi kenaikan rasio kolokasi pada 2022,” tulis sekuritas itu, Kamis (10/3/2022).

BCA Sekuritas mencatat, penurunan biaya membuat margin EBITDA Mitratel naik 830 basis poin menjadi 75,7%. Hal positif lainnya, kas Mitratel dipastikan melimpah untuk menopang rencana ekspansi ke depan.

ADVERTISEMENT

Dalam pandangan BCA Sekuritas, Mitratel memiliki posisi yang sangat kuat di sektor menara telekomunikasi. Selain itu, valuasi MTEL sangat seksi dibandingkan para pesaing, ditambah modal gemuk yang bisa menopang rencana akuisisi.

Itu sebabnya, BCA Sekuritas memasang rekomendasi beli saham MTEL, dengan target harga Rp 1.150, dibandingkan penutupan perdagangan hari ini, Rp 785. Saat ini, saham MTEL diperdagangkan dengan valuasi EV/EBITDA 2022 11,5 kali.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia