Jumat, 15 Mei 2026

IMFBeri Sinyal Pangkas Proyeksi PertumbuhanGlobal karena Perang Ukraina

Penulis : Grace El Dora
11 Mar 2022 | 09:22 WIB
BAGIKAN
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) terpilih Kristalina Georgieva terpilih menggelar konferensi pers di markas IMF, Washington, Amerika Serikat (AS) pada 25 September 2019.  (Foto: AFP / Eric BARADAT)
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) terpilih Kristalina Georgieva terpilih menggelar konferensi pers di markas IMF, Washington, Amerika Serikat (AS) pada 25 September 2019. (Foto: AFP / Eric BARADAT)

WASHINGTON, investor.id – Dana Moneter Internasional (IMF) mengindikasikan akan  memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global. Rencana IMF ini  sebagai respons atas  kerusakan ekonomi yang disebabkan oleh agresi Rusia ke Ukraina. 

Demikian pernyataan Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva. “Anda semua melihat korban yang mengerikan pada orang-orang, hilangnya nyawa, penderitaan manusia, peningkatan pengungsi secara besar-besaran. Tetapi ada juga korban ekonomi yang signifikan,” kata kepala lembaga pemberi pinjaman krisis yang berbasis di Washington, Jumat (11/3).

Selain kerusakan di Ukraina, negara-negara Barat menjatuhkan sanksi terhadap Rusia sebagai tanggapan atas perang. Ini akan menyebabkan kontraksi tajam ekonomi Rusia, kata Georgieva.

Rusia bergerak ke dalam resesi yang dalam, dengan depresiasi besar-besaran rubel dan tenggelamnya daya beli warganya. Georgieva juga menambahkan bahwa gagal bayar (default) utang pemerintah bukan lagi peristiwa yang tidak mungkin terjadi.

ADVERTISEMENT

Pada Januari 2022 lembaga tersebut memangkas perkiraan pertumbuhan global untuk tahun ini menjadi 4,4% karena dampak negatif varian Omicron dari Covid-19, setelah produk domestik bruto (PDB) dunia naik 5,9% tahun lalu.

IMF akan menerbitkan Outlook Ekonomi Dunia yang diperbarui bulan depan yang akan mencakup revisi turun dari proyeksi pertumbuhan kami, katanya.

Perang dan sanksi, yang mencakup larangan AS terhadap impor minyak Rusia, meluas ke ekonomi global. Kepala IMF tersebut menjelaskan, situasi ini menyebabkan biaya energi dan komoditas utama lainnya seperti gandum, pupuk, dan logam melonjak.

Itu terjadi di atas level inflasi yang sudah tinggi, menyebabkan keprihatinan serius di banyak tempat di seluruh dunia, kata Georgieva. “Kita melewati krisis yang tidak ada duanya dengan pandemi. Kita sekarang berada di wilayah yang bahkan lebih mengejutkan. Hal yang tidak terpikirkan terjadi. Kita memiliki perang di Eropa,” imbuhnya.

Bantuan Cepat

Sebelumnya pada Kamis (10/3), Oleg Ustenko, kepala penasihat ekonomi untuk Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, mengatakan bahwa serangan Rusia sejauh ini telah menghancurkan sekitar US$ 100 miliar pada jalan, jembatan, dan bisnis di Ukraina. Ini tentu menjadi pukulan besar bagi perekonomiannya.

“Situasi dalam hal pertumbuhan ekonomi akan benar-benar sangat menyedihkan, bahkan jika perang segera berhenti,” katanya dalam pidato yang disampaikan secara virtual kepada Peterson Institute for International Economics, dilansir dari AFP.

Georgieva mengatakan bahwa dana tersebut siap digunakan untuk lebih banyak membantu pemerintah Ukraina membangun kembali negaranya.

Pada Rabu (9/3) IMF menyetujui bantuan pencairan cepat senilai US$ 1,4 miliar untuk Ukraina. Sementara Bank Dunia minggu ini merilis hampir US$ 500 juta pada pengiriman awal paket pembiayaan sebesar US$ 3 miliar. Selain itu, Kongres Amerika Serikat pada hari yang sama menyetujui bantuan US$ 14 miliar dolar untuk Ukraina.

Georgieva mengatakan dampak perang yang paling cepat akan dirasakan oleh negara-negara tetangga, yang akan menerima masuknya lebih dari dua juta pengungsi. Negara-negara tersebut akan menanggung beban arus perdagangan yang terganggu, sehingga menyebabkan harga melonjak. “Ini sangat berbahaya bagi keluarga yang hidup dalam kemiskinan, di mana makanan dan bahan bakar merupakan proporsi yang lebih tinggi dari pengeluaran mereka,” katanya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 49 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia