Jumat, 15 Mei 2026

Mitratel (MTEL) bakal Akuisisi Menara Telekomunikasi Rp 9 Triliun

Penulis : Muawwan Daelami
14 Mar 2022 | 08:28 WIB
BAGIKAN
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel. Foto: Perseroan.
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel. Foto: Perseroan.

JAKARTA, investor.id - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel akan mengakuisisi 6.000 menara (tower) telekomunikasi dengan nilai Rp 7,8-9 triliun dalam dua tahun ke depan. Dana akuisisi berasal dari hasil penerbitan saham perdana (initial publc offering/IPO) anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tersebut pada November tahun lalu.

Direktur Investasi sekaligus Corporate Secretary PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk Hendra Purnama mengatakan, valuasi harga menara yang akan diakuisisi berada pada kisaran 1,3-1,5 EV per menara. Dengan demikian, pengambilalihan 6.000 menara akan membutuhkan dana Rp 7,8-9 triliun.

"Betul. Menaranya bisa dari Telkomsel, bisa juga dari mobile atau menara operator yang lain. Yang jelas, kami explore kesempatan apa pun. Jadi kalau ada yang berminat menjual, akan kami assess," kata Hendra kepada Investor Daily, akhir pekan lalu.

ADVERTISEMENT

Hendra menargetkan bahwa akuisisi 6.000 menara itu tuntas dalam dua tahun, terhitung mulai tahun ini sebanyak 3.000 menara, dan 3.000 menara sisanya di tahun depan. Karena itu, perseroan berkomitmen untuk terus mempertahankan kinerja perusahaan sekaligus meningkatkan value kepada para pemegang saham.

Salah satu buktinya, kata dia, dapat dilihat dari hasil kinerja positif perseroan sepanjang 2021. Hendra mengungkapkan bahwa performa kinerja MTEL pada 2021 lebih baik dibandingkan proyeksi sebelumnya. Maka dari itu, perseroan bakal terus mengembangkan bisnis organik dan anorganik ke depannya.

Terlebih, lanjut Hendra, Telkom selaku induk usaha juga gencar melakukan transformasi melalui pembentukan ekosistem digital. Sehingga, hal itu akan turut mengakselerasi MTEL menuju digital infrastructure company.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasi, Mitratel berhasil mencatatkan kinerja cemerlang sepanjang 2021. Tercermin dari perolehan laba bersih 2021 MTEL yang melesat 129,4% menjadi Rp 1,38 triliun dibanding tahun sebelumnya Rp 602 miliar.

“Mitratel yang baru melantai di bursa sekitar 4 bulan lalu atau tepatnya 22 November 2021, berhasil membukukan laba bersih 2021 sebesar Rp 1,38 triliun atau melonjak 129,4%. Hal ini menandakan Mitratel memiliki profitabilitas yang tinggi dan dapat mengembalikan value dari investasi shareholders,” kata Hendra.

Hendra mengungkapkan, capaian laba bersih tersebut seiring naiknya pendapatan Perseroan hingga 11% pada 2021 menjadi Rp 6,87 triliun dibanding tahun sebelumnya Rp 6,18 triliun. Begitupun laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) Mitratel pada 2021 yang mencapai Rp 5,18 triliun, meningkat 23,9% dibanding sebelumnya Rp 4,18 triliun.

Dia melanjutkan, margin EBITDA naik menjadi 75,5% dari 67,6%. Sementara margin laba bersih Mitratel pada 2021 melonjak 20,1%, meningkat dibanding 2020 sebesar 9,7%. Posisi kas dan setara kas MTEL pada 2021 juga naik menjadi Rp 19,1 triliun dibanding tahun sebelumnya Rp 516 miliar. Lonjakan kas MTEL tersebut seiring dengan kesuksesannya meraup dana IPO sebesar Rp 18 triliun.

Imbas dari kinerja positif tersebut, Mitratel berencana membagikan dividen dengan rasio maksimum sebesar 70% dari laba bersih tahun buku 2021. Rasio dividen, ujar Hendra, bakal diusulkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham tahunan (RUPST) yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Editor: Eva Fitriani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia