Jumat, 15 Mei 2026

Buzzer-Influencer Jangan Promo Saham IPO GoTo ya, Bisa Ditegur!

Penulis : Thresa Sandra Desfika
22 Mar 2022 | 18:55 WIB
BAGIKAN
Salah satu layanan Gojek, unit bisnis GoTo. (IST)
Salah satu layanan Gojek, unit bisnis GoTo. (IST)

JAKARTA, investor.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan buzzer atau influencer tidak boleh menawarkan atau mempromosikan pembelian atas saham-saham, termasuk saham initial public offering (IPO) PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

“Buzzer tidak diperbolehkan melalukan penawaran atas saham-saham,” kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo kepada wartawan, Selasa (22/3/2022).

Dia menekankan bahwa yang diizinkan menawarkan saham itu hanya lembaga dan profesi resmi terdaftar atau berizin di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain dari itu akan diberikan teguran.

“Bisa ditegur OJK nanti,” jelas Laksono Widodo.

ADVERTISEMENT

Dari pantauan Investor Daily di Twitter, memang terdapat beberapa akun yang mengunggah tweet terkait rekomendasi saham GoTo. Di antaranya bahkan memiliki ratusan pengikut di Twitter.

Adapun PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk melakukan penyesuaian terhadap jadwal initial public offering (IPO) yang terungkap dalam prospektus awal terbarunya.

Adapun untuk jadwal sementara penawaran awal yang semula rencananya berlangsung pada 15-21 Maret 2022 berubah jadwal sementaranya menjadi 15-24 Maret 2022. Sedangkan, masa penawaran umum yang semula dijadwalkan pada 29-31 Maret 2022 berubah jadi 1-5 April 2022. Lalu, jadwal pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang awalnya direncanakan pada 4 April 2022 menjadi dijadwalkan sementara pada 7 April 2022.

GoTo menawarkan sebanyak-banyaknya 52 miliar saham seri A yang seluruhnya merupakan saham baru dan dikeluarkan dari portepel emiten dengan nilai nominal Rp 1 per saham yang mewakili sebanyak-banyaknya 4,35% dari modal ditempatkan dan disetor emiten setelah penawaran umum perdana saham. Harga penawaran tidak ada perubahan berkisar Rp 316-346 setiap saham. Jumlah seluruh nilai penawaran umum perdana saham adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp 17,99 triliun.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. Sementara, penjamin emisi efek adalah PT CIMB Niaga Sekuritas dan PT Nilai Inti Sekuritas.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia