Manuver Bukalapak (BUKA) Akuisisi Start-up US$ 1 Miliar Jadi Sorotan
JAKARTA, Investor.id - PT Nilzon Kapital Advisor (Nilzon Capital), perusahaan penasihat investasi dan kekayaan yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menerbitkan analisis terbuka terhadap saham PT Bukalapak.com (BUKA). Analisis ini merupakan analisis kedua setelah pernah menerbitkan publikasi serupa sebelum pencatatan saham BUKA di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Di dalam analisis setebal 48 halaman tersebut, Nilzon Capital menyoroti beberapa hal, di antaranya keputusan manajemen mengakuisisi start-up PT Belajar Tumbuh Berbagi (BTB) senilai US$1 miliar, berakhirnya masa lockup dari investor pra-IPO, dan peninjauan terhadap valuasi relatif BUKA. Analisis tersebut dapat diunduh secara bebas di halaman nilzoncapital.com.
“Setelah pengumuman perang Rusia dan Ukraina, serta berita inflasi yang tinggi di berbagai belahan dunia, banyak saham-saham teknologi berkualitas di dunia yang mengalami tekanan jual. Saham-saham teknologi tersebut selama ini dijadikan tolak ukur valuasi saham teknologi serupa di Indonesia, termasuk BUKA. Dengan demikian, penting bagi investor untuk mengevaluasi nilai saham yang dimilikinya dan memperhatikan relative valuation,” imbuh Frizon Akbar Putra, principal advisor dan president dari Nilzon Capital, dalam siaran pers, Rabu (23/3/2022).
John Octavianus, principal advisor Nilzon Capital menambahkan, ada pengungkapan menarik di laporan keuangan kuartal III-2021 Bukalapak yang tidak banyak dibahas oleh analis di sekuritas, yaitu akuisisi PT Belajar Tumbuh Berbagi.
“Kalau kami tidak salah baca dan salah menafsirkan pengungkapan tersebut, akuisisi tersebut senilai US$ 1 miliar. Jumlah ini cukup fantastis dibandingkan kapitalisasi pasar Bukapalak yang saat ini sekitar US$1,93 miliar dan hampir 12 kali lipat dari nilai akuisisi sebagian saham PT Allo Bank Tbk oleh BUKA,” tambah dia.
Nilzon Capital, kata dia, berusaha mencari tahu mengenai PT BTB yang diakuisisi di tengah terbatasnya pengungkapan emiten mengenai transaksi ini. Kemudian, Nilzon Capital menjabarkan beberapa data, termasuk kemungkinan beberapa investor pra-IPO tahap akhir yang saat ini menghadapi floating loss di BUKA, karena harga beli rata-rata mereka di atas harga penutupan baru-baru ini.
“Hal ini menambah kompleksitas kemungkinan yang akan terjadi pada saat periode lockup saham BUKA dibuka. Kami tidak pernah bosan untuk mengingatkan investor, khususnya investor ritel, untuk tetap menggunakan data dan logika dalam berinvestasi serta mengelola risiko sebaik mungkin. Tidak perlu FOMO,” kata Frizon
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler





