Jumat, 15 Mei 2026

Anggaran Inggris Akan Meredakan Krisis Biaya Hidup, Saat Inflasi Melonjak

Penulis : Grace El Dora
23 Mar 2022 | 18:59 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak meninggalkan Downing Street 10 setelah menghadiri pertemuan Kabinet mingguan di London, pada 23 Maret 2022. (FOTO: DANIEL LEAL / AFP)
Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak meninggalkan Downing Street 10 setelah menghadiri pertemuan Kabinet mingguan di London, pada 23 Maret 2022. (FOTO: DANIEL LEAL / AFP)

LONDON, investor.id – Pemerintah Inggris pada Rabu (23/3) mengumumkan pembaruan anggaran negara yang bertujuan untuk meredakan krisis biaya hidup. Sementara itu, data mengungkapkan inflasi melonjak ke level tertinggi dalam tiga dekade karena melonjaknya harga energi.

Inflasi tahunan Inggris meningkat menjadi 6,2% pada Februari 2022 dari 5,5% pada Januari 2022, menurut data Kantor Statistik Nasional (ONS) dalam sebuah pernyataan, menjelang pengumuman anggaran oleh Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak.

Sunak menyampaikan pidato anggarannya di depan parlemen sekitar pukul 1245 GMT.

Dia akan berjanji untuk mendukung keluarga pekerja dan menguraikan rencana untuk membantu dengan meningkatnya biaya hidup, kata Departemen Keuangan.

ADVERTISEMENT

Tekanan Pada Sunak

“Kenaikan lebih lanjut dalam inflasi ... menambah tekanan pada Kanselir (Sunak) untuk mengimbangi lebih banyak biaya hidup dari krisis,” kata analis Capital Economics Paul Dales, Rabu.

Terakhir kali tingkat inflasi Inggris lebih tinggi adalah pada Maret 1992 yang mencapai 7,1%.

Negara-negara di seluruh dunia sedang berjuang melawan lonjakan inflasi yang dipicu oleh meroketnya harga komoditas selama perang di Ukraina dan setelah negara-negara keluar dari penguncian pandemi.

Bank sentral Inggris (BoE) telah memperingatkan bahwa inflasi akan melonjak lebih tinggi dalam beberapa bulan mendatang, karena serangan Rusia ke Ukraina memicu kenaikan harga besar untuk minyak mentah, energi domestik, dan harga pangan.

Sunak menghadapi seruan yang meluas, bahkan dari sesama anggota parlemen Tory (Partai Konservatif), untuk membantu meringankan biaya hidup rumah tangga. Laporan menunjukkan ia masih bisa menunda kenaikan pajak pekerjaan yang jatuh tempo bulan depan.

Melonjaknya biaya listrik dan gas domestik merupakan faktor kunci dalam kenaikan harga berbasis luas Februari 2022, kata ONS.

Harga Naik Tajam

“Inflasi naik tajam pada Februari (2022) karena harga meningkat untuk berbagai barang dan jasa, untuk produk yang beragam seperti makanan hingga mainan dan games,” tambah kepala ekonom ONS Grant Fitzner.

Ia mengatakan, harga barang output pabrik Inggris juga telah meningkat secara substansial dan sekarang berada pada tingkat tertinggi selama 14 tahun.

Melonjaknya inflasi global telah memaksa bank sentral di seluruh dunia untuk menaikkan suku bunga, termasuk BoE yang pekan lalu mengangkat biaya pinjaman menjadi 0,75%.

Sunak juga mengisyaratkan pemotongan bea masuk bahan bakar motor, untuk membantu meringankan anggaran rumah tangga.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia