Jumat, 15 Mei 2026

Mantan Dirut Bursa Efek Kritik Pedas IPO GoTo, Sentil juga Bukalapak (BUKA)

Penulis : Jauhari Mahardhika
24 Mar 2022 | 23:24 WIB
BAGIKAN
GoTo. (Foto: Perseroan)
GoTo. (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – Mantan Direktur Utama Bursa Efek Jakarta, Hasan Zein Mahmud mengkritik pedas penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Dia juga ‘menyentil’ PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) terkait laporan keuangan yang mencantumkan soal akuisisi start-up PT Belajar Tumbuh Berbagi (BTB) senilai US$ 1 miliar, yang kemudian diklarifikasi sebesar US$ 1 juta setelah menjadi polemik di pasar.

Mengenai IPO GoTo, Hasan mengaku tidak meragukan manfaat sosial dari perusahaan tersebut, seperti jutaan drivers, UMKM kuliner, dan seterusnya. Tapi, menurut dia, sebagai unit usaha kesinambungan hidupnya terletak pada kemampuan menciptakan laba secara wajar.

Hasan mengungkapkan, dalam empat tahun terakhir, GoTo menderita rugi kumulatif Rp 68 triliun atau rata-rata Rp 16 triliun per tahun. “IPO senilai Rp 17 triliun untuk menutup kerugian tahun ini saja Rp 30 triliun tidak cukup. Mau bakar duit, bakarlah duit para investor raksasa itu. Jangan duit investor ritel. Tolonglah!” tulis dia dalam sebuah catatan.

ADVERTISEMENT

Seperti diberitakan, GoTo memutuskan untuk memperpanjang periode penawaran awal (bookbuilding) selama tiga hari hingga Kamis (24/3/2022). Tujuannya agar makin banyak konsumen dan pedagang di platform Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial yang dapat mengikuti Program Saham Gotong Royong.

GoTo menawarkan sebanyak 52 miliar saham dengan nilai nominal Rp 1 per saham, yang mewakili sebesar 4,35% dari modal ditempatkan dan disetor. Harga penawaran Rp 316-346 per saham. Target dana Rp 17,99 triliun.

Sementara itu, mengenai Bukalapak, Hasan mengatakan bahwa terdapat kesalahan hanya pada catatan atas laporan keuangan. Bisa diyakini sebagai typo error. Sebab kalau terjadi dalam pos laporan keuangan, tentu bakal ketahuan karena tidak akan balance dan akan terindikasi pada pos yang lain (pos lawan).

“Yang lebih layak dikritisi adalah kelayakan ekonomis perusahaan start-up semacam ini,” ujarnya.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia