Koreksi Saham Unilever (UNVR) Sudah Kebablasan
JAKARTA, Investor.id – Koreksi saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) sudah kebablasan, sehingga membuat valuasinya saat ini sangat murah. Berdasarkan kalkulasi UBS, saham UNVR kini diperdagangkan dengan PER 2023 sebesar 20 kali, jauh di bawah rata-rata 10 tahun sebesar 40 kali.
“PER saham UNVR sebesar itu hanya terjadi saat krisis finansial global atau 13 tahun silam,” tulis UBS dalam catatan harian, belum lama ini.
Dalam setahun terakhir, saham UNVR ambruk 49,4% ke level Rp 3.400. Saking terlalu sering turun, sejumlah pelaku pasar menyarankan Unilever untuk go private.
UBS menilai, prospek bisnis Unilever tahun ini cukup menjanjikan. Sebab, manajemen bertekad membalikkan keadaan untuk mencetak pertumbuhan laba bersih sekaligus profitabilitas.
Saat bertemu UBS, CEO Unilever Indonesia menuturkan, perseroan menargetkan pendapatan tahun ini setara dengan industri barang konsumsi cepat habis (fast moving consumer goods/FMCG) berkisar 5-6%. Perseroan menyiapkan sejumlah strategi utuk mencegah penurunan pendapatan dan laba bersih.
Perseroan akan berinvestasi memperkuat merek di segmen yang kuat, yakni kecantikan dan produk perawatan pribadi. Perseroan juga akan fokus di segmen premium yang mencetak pertumbuhan tinggi, memperkuat penjualan di pasar tradisional, serta memperkuat infrastruktur distribusi.
“Dengan strategi ini, kami pikir Unilever bisa mencetak pertumbuhan pendapatan dan laba bersih lagi tahun ini,” tulis UBS.
Perseroan, tulis UBS, juga akan melindungi profitabilitas di tengah lonjakan harga komoditas yang berkepanjangan. Saat ini, minyak mentah dan minyak sawit mentah (CPO) berkontribusi sebesar 15% terhadap beban pokok penjualan Unilever. Adapun total biaya bahan baku mencapai 38% terhadap penjualan.
Sebagai respons atas terbangnya harga komoditas, perseroan sudah menaikkan harga jual 6%, melanjutkan hal serupa pada kuartal IV-2021, dengan level sama.
UBS menilai, rendahnya ekspektasi pasar terhadap Unilever bisa menghasilkan kejutan. Apalagi, pasar sudah memasukkan perhitungan kehilangan pangsa pasar dan margin rendah ke harga saham UNVR saat ini.
Harga saham UNVR sekarang mencerminkan proyeksi pertumbuhan pendapatan 2% per tahun, dibandingkan proyeksi UBS 4% dan pertumbuhan bisnis FMCG berkisar 5-6%. Pasar juga melihat kompresi margin Unilever sebesar 300 basis poin sudah tidak bisa diselamatkan.
UBS menaikkan rekomendasi saham UNVR dari netral menjadi buy, dengan target harga Rp 4.200. Katalis penguatan saham UNVR adalah strategi jelas perseroan untuk membalikkan keadaan.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






