Kamis, 14 Mei 2026

Tetapkan Harga TertinggiBookbuilding, Jumlah Saham Penawaran Umum GoTo Menjadi 3,34%

Penulis : Thresa Sandra Desfika
31 Mar 2022 | 12:44 WIB
BAGIKAN
GoTo. (Foto: Perseroan)
GoTo. (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) telah mendapat persetujuan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melaksanakan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) pada Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam keterangan resmi GoTo dinyatakan bahwa nilai penawaran umum perdana saham dan penjatahan lebih yang ditawarkan kepada investor adalah sebesar Rp 15,8 triliun (US$ 1,1 miliar/kurs US$ 1=Rp 14.350). Harga IPO telah ditetapkan di Rp 338 per saham sehingga mencerminkan kapitalisasi pasar diperkirakan mencapai Rp 400,3 triliun (US$ 28 miliar).

GoTo menawarkan sebanyak 46,7 miliar saham Seri A, yang merupakan gabungan antara saham baru yang diterbitkan dan saham tresuri (untuk opsi penjatahan lebih). Masa penawaran umum saham akan berlangsung mulai 1-7 April 2022 dan pencatatan di papan utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham GOTO dijadwalkan pada 11 April 2022.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, pada informasi tambahan prospektus ringkas GoTo yang diakses pada Kamis (31/3/2022) dijelaskan bahwa GoTo menawarkan sebanyak 40.615.056.000 saham seri A yang seluruhnya merupakan saham baru dan dikeluarkan dari portepel dengan nilai nominal Rp 1 per saham, yang mewakili sebesar 3,43% dari modal ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum perdana saham. Jumlah seluruh nilai penawaran umum perdana saham adalah sebesar Rp 13,727 triliun.

Selain itu, sehubungan dengan penawaran umum perdana saham, GoTo bersama penjamin emisi efek berencana untuk melakukan stabilisasi harga dengan menerapkan opsi penjatahan lebih atau Greenshoe. Pelaksanaan opsi penjatahan lebih hanya dapat dilakukan dalam hal jumlah pemesanan saham melebihi jumlah saham yang ditawarkan kepada masyarakat.

Opsi penjatahan lebih akan memberikan hak kepada penjamin emisi efek, yang merupakan penjamin pelaksana emisi efek, untuk melakukan penjatahan lebih sampai dengan 15% dari saham yang ditawarkan atau sebanyak-banyaknya sebesar 6.092.258.400 saham seri A dari saham treasuri GoTo pada harga penawaran.

Dana yang diperoleh dari penjualan saham tambahan tersebut selanjutnya akan digunakan untuk melakukan stabilisasi harga melalui pembelian saham di pasar sekunder oleh emiten melalui agen stabilisasi untuk mengupayakan agar harga saham tidak menjadi lebih rendah dari harga penawaran. Pihak yang menjadi Agen Stabilisasi adalah PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia.

Adapun jumlah saham yang ditawarkan dan target besaran nilai di atas tak menyentuh batas maksimal sebagaimana yang tertera pada prospektus penawaran awal alias bookbuilding, Di mana, diungkapkan bahwa GoTo menawarkan sebanyak-banyaknya 52 miliar saham seri A yang seluruhnya merupakan saham baru dan dikeluarkan dari portepel GoTo dengan nilai nominal Rp 1 per saham, yang mewakili sebanyak-banyaknya 4,35% dari modal ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum perdana saham. Saat itu, harga yang akan ditawarkan kepada masyarakat sekitar Rp 316-346 setiap saham. Sehingga, jumlah seluruh nilai penawaran umum perdana saham adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp 17,99 triliun.

Lalu, opsi penjatahan lebih akan memberikan hak kepada penjamin emisi efek untuk melakukan penjatahan lebih sampai dengan 7,8 miliar saham seri A dari saham treasuri pada harga penawaran.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 12 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 29 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 59 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia