Solusi Bangun(SMCB) Bagi Dividen 30% dari Laba Bersih
JAKARTA, investor.id - PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) atau SBI mengalokasikan 30% dari laba bersih 2021 yang sebesar Rp 720,93 miliar sebagai dividen tunai. Dengan ini, maka perseroan akan membagikan Rp 216,27 miliar atau Rp 23,97 per saham sebagai dividen tunai.
Sedangkan, kata Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia Lilik Unggul Raharjo, sisanya 70% akan digunakan untuk pembiayaan kegiatan operasional perseroan.
Terkait kinerja di tahun 2022, ia menilai masih bisa mencatatkan kenaikan baik dari segi pendapatan hingga laba bersih di tengah tantangan kenaikan harga bahan baku.
“Tahu 2022 kita lihat ada perkembangan yang menggembirakan soal geliatnya ekonomi. Kita masih opimtis untuk produksi dan memenui kebutuhan pasar dan penjualannya meningkat, walaupun tantangan cukup besar karena kenaikan harga bahan bakar batubara, listrik dan komoditas lainnya,” ujarnya usai RUPST Perseroan, Jumat (08/04/2022).
Lebih lanjut, SMCB sambung lilik menganggarkan dana belanja modal (capital expenditure/capex) yang antara lain dipergunakan untuk kelangsungan operasional dan capex yang sifatnya strategis. Misalnya untuk pengembangan pelabuhan terminal khusus yang berlokasi di Tuban, Jawa Timur guna keperluan ekspor ke pasar Amerika Serikat sebesar 500.000 DWT yang rampung akhir 2023.
“Lalu ada capex untuk menurunkan C02 dengan menggunakan alternatif fuel dan digitalisasi. Apalagi bahan bakar cukup signifikan dengan ongkos produksi 30% sendiri. Dengan kenaikan batubara yang signifikasi pada akhir 2021 kita mendorong untuk melakukan inovasi dalam efisiensi dan peningkatan penggunaan bahan bakar alternatif,” tambahnya.
Adapun, pada tahun lalu, sinergi dengan SIG membantu SBI mencapai total volume penjualan semen dan terak sebesar 13,4 juta ton atau naik sebesar 12,4% jika dibandingkan tahun sebelumnya. Membaiknya volume penjualan juga dialami bisnis beton jadi sebesar 25,4% menjadi 1,1 juta m3, dan agregat sebesar 48,7% menjadi 913 ribu ton.
Alhasil, pendapatan tercapai Rp11,2 triliun atau naik 10,9% dari Rp10,1 triliun pada tahun 2020. Di mana, sinergi dengan SIG dan berbagai upaya efisiensi yang dilakukan oleh perseroan, membantu SBI menjaga kinerja positif dan mencatat peningkatan laba bersih menjadi sebesar Rp 721 miliar.
“Kinerja positif yang berhasil kami raih di tengah berbagai tantangan berat pada tahun 2021 lalu, merupakan bukti ketahanan dan kemampuan beradaptasi dengan terus menggali potensi untuk menghadirkan dan mengembangkan solusi-solusi inovatif,” ujar Lilik.
Selain berhasil meningkatkan pemanfaatan bahan bakar alternatif hingga 11,43% dibandingkan tahun 2020 yang mencapai 8,80%, SBI juga memperkenalkan LocooCrete, solusi beton dengan material ramah lingkungan untuk menurunkan tingkat emisi CO2 dalam beton hingga 30%. Perseroan juga berpartisipasi pada proyek-proyek strategis antara lain proyek PLTU Suralaya di Banten dan proyek Kereta Api Cepat Jakarta–Bandung sepanjang 142,3 km yang dikerjakan oleh High Speed Railway Contractor Consortium.
Seperti halnya proyek besar lainnya di sektor energi, pembangunan PLTU membutuhkan spesifikasi dan kualitas material yang tinggi dengan pelayanan yang andal. Berkat sinergi dengan SIG, Perseroan mampu menjawab tantangan tersebut melalui 3 jenis semen, yaitu tipe 1 (EzPro), tipe 2 (PwrPro), dan tipe 5 (DuPro+). Sedangkan Proyek Kereta Api Cepat yang direncanakan rampung akhir tahun 2022 ini, menggunakan agregat dari tambang perseroan di Maloko, Jawa Barat, untuk pembuatan girder precast dengan spesifikasi teknis yang ketat dan konsisten.
Solusi Bangun Indonesia adalah sebuah perseroan terbuka yang mayoritas sahamnya (83,52%) dimiliki dan dikelola oleh PT Semen Indonesia Industri Bangunan (SIIB) bagian dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau SIG. Perseroan menjalankan usaha yang terintegrasi dari semen, beton siap pakai, agregat dan layanan pengelolaan limbah yang mengoperasikan empat pabrik semen di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh), dengan total kapasitas 14,8 juta ton semen per tahun, dan mempekerjakan lebih dari 2.000 orang.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler





