Kamis, 14 Mei 2026

Aplikasi Beton Cepat Kering Percepat Perbaikan Infrastruktur

Penulis : Harso Kurniawan
12 Mei 2026 | 17:55 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi pemasangan beton cepat kering. (ist)
Ilustrasi pemasangan beton cepat kering. (ist)

JAKARTA, Investor.id – Aplikasi beton cepat kering diyakini mempercepat perbaikan infrastruktur, seperti jalan. Hal ini bisa mencegah kemacetan berkepanjangan yang menimbulkan rugi waktu, ekonomi, hingga polusi udara.

Data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Jabodetabek Urban Transportation Policy Integration (JUTPI) fase II tahun 2019 mencatat, kerugian ekonomi akibat kemacetan di kawasan Jabodetabek mencapai angka Rp100 triliun per tahun.

Selain kepadatan kendaraan dan mobilitas yang tinggi, salah satu penyebab kemacetan juga adalah perbaikan jalan. Perbaikan jalan secara konvensional dapat memakan waktu satu hingga dua minggu. Tak hanya kerugian waktu dan ekonomi, polusi karena penutupan jalan juga menyumbang polusi udara.

ADVERTISEMENT

Sebagai perusahaan penyedia bahan bangunan terbesar di Indonesia, PT Semen Indonesia Tbk (SIG) menghadirkan inovasi konstruksi berkelanjutan melalui solusi beton cepat kering, SpeedCrete. Inovasi ini dirancang untuk menjawab tantangan perbaikan infrastruktur jalan yang selama ini kerap menimbulkan kemacetan akibat waktu pengerjaan yang panjang. Dengan pendekatan berbasis teknologi dan efisiensi, SpeedCrete menjadi bagian dari strategi SIG dalam mendorong transformasi industri konstruksi melalui solusi derivatif bernilai tambah.

SpeedCrete menggunakan teknologi rapid setting yang memungkinkan beton mencapai kekuatan awal dan siap digunakan dalam beberapa jam setelah pengaplikasian, sehingga pekerjaan perbaikan jalan dapat dilakukan lebih cepat tanpa mengganggu aktivitas masyarakat secara signifikan.

Fleksibilitas waktu setting yang tersedia, mulai dari 3 hingga 12 jam, memungkinkan solusi ini disesuaikan dengan kebutuhan proyek dan tingkat kepadatan lalu lintas di berbagai wilayah. Dengan keunggulan tersebut, SpeedCrete memberikan efisiensi waktu yang signifikan sekaligus meminimalkan potensi kerugian ekonomi akibat kemacetan.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni menyampaikan, inovasi ini merupakan langkah strategis SIG dalam memperkuat peran sebagai penyedia solusi konstruksi terintegrasi yang relevan dengan kebutuhan pasar modern. SpeedCrete tidak hanya menawarkan kecepatan pengerjaan, tetapi juga memberikan nilai tambah dari sisi efisiensi biaya dan keberlanjutan lingkungan.

“Hal ini sejalan dengan komitmen SIG untuk terus menghadirkan produk dan layanan yang mampu meningkatkan daya saing sektor konstruksi nasional,” kata Vita Mahreyni, Selasa (12/5/2026).

Selain menghadirkan produk inovatif, dia menegaskan, SIG menawarkan layanan terintegrasi dalam implementasi SpeedCrete yang mencakup manajemen lalu lintas, pembongkaran perkerasan lama, pengecoran, hingga pembukaan kembali jalan dalam waktu singkat. Proses pengerjaan yang umumnya dilakukan pada malam hari memungkinkan jalan kembali digunakan pada pagi hari, sehingga dampak terhadap pengguna jalan dapat diminimalkan. Pendekatan ini memperkuat posisi SIG sebagai mitra strategis dalam mendukung percepatan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur.

SpeedCrete, kata dia, telah diaplikasikan pada berbagai proyek strategis di Indonesia, antara lain perbaikan jalur Bus TransJakarta, kawasan Bundaran Patung Pemuda, Terminal Petikemas Koja, serta sejumlah ruas jalan tol seperti Tol Bakauheni-Terbanggi Besar-Permata Panggang-Kayu Agung, Tol Jakarta-Merak, Tol Jabodetabek, Tol Pejagan-Pemalang, Tol Surabaya–Mojokerto, dan Tol Surabaya–Gempol.

Ke depan, dia menuturkan, SIG optimistis inovasi ini akan semakin memperkuat kontribusi perusahaan dalam pembangunan infrastruktur nasional yang efisien dan berkelanjutan.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 16 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 48 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 58 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 59 menit yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia